Beranda > Cinta > Dari Sang Pencinta….

Dari Sang Pencinta….

Sebuah tulisan yang mengandung makna yang sangaaaat dalaaam… kiranya bermanfaat untuk kita semua… terutama untuk saya… yayaya…Persembahan sahabatku… yang tidak ingin di beritakan namanya…. Hmm… dia hanya ingin dikenal sebagai “Sang Pencinta” :

Assallamu’alaikum Wr, Wb…

Betapa lemah tak berdaya…

Habis, mengering, terhempas dalam kefanaan.

Jasad penuh kesombongan rapuh terbalut kehinaan

Tempat berteduh jiwa telah meranggas.

Bangkit.., Ruh terjaga dari kubur kealpaan

nanar memandang raga yang terkulai dalam kepapaan.

Ya…. Memang demikian adanya diri jasad ini

Tidak hanya buta tuli dan bisu…..
Bahkan juga tiada daya dan upaya….
Tanpa Ruh tak bisa apa apa, sedangkan Ruh adalah Raja pada dirinya….
Ketika Ruh tersadar akan dirinya maka binasalah ujud diri jasadnya….

Kemudian dengan penuh kebahagiaan….bercampur kesedihan…
Ruh berkata kepada saudara seperjuangan, sependeritaan dan sepenanggungan.
Wahai tubuh saudara bungsuku… jangan lah engkau gusar dengan kepergianku.
Sungguh, kepergianku bukan untuk meninggalkanmu…
Melainkan untuk pertemuan kita di alam terang benderang…
Jangan kau katakan perpisahan ini berkepanjangan…
Malah perpisahan ini adalah awal penyatuan…

Cobalah kau fikir bukankah seseorang tidak akan bertemu sebelum berpisah?.
Jika tadinya kau melihat kita bersama itu lah kebersamaan, maka kau salah saudaraku…kau salah…. Benar benar kau salah… Justru dengan kita bersama itu, mengungkapkan bahwa kita tidak saling berpandang wajah satu dengan yang lain… apa asyiknya…. apa nikmatnya…. dimana bahagianya… Sekarang kita bertatapan wajah satu dengan yang lain…. Saling memandang dan saling bertegur sapa…. Bukankah ini adalah kemesraan yang sesungguhnya…. bukankah ini adalah kebahagiaan yang sebenarnya… Ingat kah kau saudara bungsuku…

Rosul pernah bersabda :
“Bahwa seseorang yang mati itu, ruhnya akan menemui/mendapati Jasadnya…”

Nah…. Apa yang dikatakan Beliau pada saat ini sudah terbukti. Saat ini aku menemuimu dan mendapatimu bagaikan seorang kekasih pada dirimu… Aku dengan leluasa memelukmu, memegang erat jari jemarimu bahkan tidak sesuatu hal yang mustahil aku pun bisa untuk menciummu…. Inilah kemesraan yang sesungguhnya dan kebahagiaan yang sebenarnya…. Jangan bersedih lagi ya…..dan jangan gusar serta menunduk lagi….. Yakinlah bahwa aku tidak akan meninggalkanmu…. Sampai nantinya kita bersama lagi di alam ke Baqo’an.
Kemudian si Bungsu dengan sesegukan dan mata yang berairan tampak tercengang2 memandang wajah kakaknya yang begitu perhatian kepadanya…. Tanpa terasa tubuhnya bergetar hebat bagaikan gunung krakatau yang memuntahkan lahar panasnya… seketika itu teringat ia akan masa masa bersama di alam fana, selalu bersama, melangkahkan kaki bersama untuk beribadah kepada Tuhannya dan tidak lupa bagi mereka terkadang tersenyum senyum sendiri melihat ternyata Tuhan tidak ada di dalam Masjid, tidak ada di dalam Gereja, tidak ada dalam Vihara, tidak ada dalam Pura tidak ada di gunung bahkan di Langit pun tidaklah ada…
Ketika Cahaya yang terang benderang sekelebat menghantam diri bagaikan kilatan petir di waktu hujan maka diri sudah hilang dalam cahaya yang bertingkat tingkat bahkan semakin pekat sekali dengan cahaya itu… pada dirinya. Di situlah ia melihat Tuhannya…. Lalu kemudian Ruh mengajak Jasad untuk bersujud bertawajuh kepada Ilahi Robb di alam itu yang berada di relung Qolbunya yang paling dalam.
Kemudian Robb berkata : “Hai… kalian berdua, jangan kalian lupa, bahwa kalian adalah saksi dan bukti adanya AKU, dan saksikan oleh kalian bahwa tidak ada yang ada hanya AKU yang meliputi dirimu”. Ketika itu kami bergetar dan hampir2 tidak sadarkan diri…. Sambil mengusap air mata kebahagiaan yang berlinang bukan pada mata di kepala melainkan pada mata di Qolbu, kami berkata : “Yaaa Robbii Engkau tahu bahkan teramat Maha Tahu bahwa bagaimana kami bisa bersaksi sedangkan kami tidak ada daya dan tidak ada upaya, jika Engkau mengijinkan kami untuk bersaksi barulah kami bisa bersaksi….”
Robb berkata : “Hai kalian berdua….: Aku berikan ijin kepada kalian berdua untuk bersaksi, seketika itu dua unsur satu Sir itupun spontan bersyahadat…
Seketika itu di kala Tubuh si bungsu lagi teringat masa lalunya…. Maka Ruh menegurnya kembali… “Hai…. Hai….. Tubuh..! bangun…. bangun…. bangun… kenapa engkau dan ada apa engkau…. Lalu tersadarlah si tubuh, kemudian memeluk erat si ruh dengan kedua tangannya yang telah di karunia tuhan dengan Kasih dan Sayang. Dipeluk erat erat dan seperti tidak akan di lepaskan…. Kemudian keharuan dan kebahagian mengalir pada diri mereka berdua…..menyebabkan mereka berdua tidak sadar seketika itu ia telah berada pada alam yang berbeda tetapi tetap saling pandang memandang satu dengan yang lain…..

Wah…. Jadi ngelantur saya…. apa yang saya tulis, saya sendiri tidak tahu… Semoga ada yang mengetahuinya dan memberitahu kepada saya yang tidak tahu ini….

Dan memang lah saya adalah manusia yang bodoh dan tidak berilmu.
 

 

Kategori:Cinta Tag:, , ,
  1. 08-05-2009 pukul 11:39

    sungguh, sebuah tulisan yang sangat meyentuh, reflektif, dan mencerahkan. Tuhan pasti tak akan pernah membiarkan hamba-Nya tenggelam dalam kesulitan dan kesusahan.

  2. Edsjok
    08-05-2009 pukul 15:28

    Dari tulisan itu mengingatkanku akan ayat Al A’raf : 7 – 172, Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu melahirkan keturunanmu dari para anak Adam dari tulang rusuknya dan menyuruh mereka bersaksi terhadap dirinya sendiri, atas pertanyaan : Bukankah Aku Tuhanmu? Mereka menjawab: Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi. Alangkah indah dan nikmatnya bila kita bisa merasakan lagi kesaksian seperti sebelum kita dilahirkan. Salam kenal dari Edsjok, matur sembah nuwun.

  3. 08-05-2009 pukul 21:41

    kang, aku belum ngomentari tulisan ini. lantaran aku baru belajar buat blog, ajarin lah gmn caranya spy komentar utk tulisan kita bisa nongol di halaman blog kita. thanks kang.

  4. 08-05-2009 pukul 23:26

    Hiiiiiiiii…Kang,

    Seperti kisahnya MUSA di bukit Thursina saja yang SEMAPUT, PINGSAN.
    Hmmm…sungguh gambaran URIP SAJRONING PATI~MATI SAJRONING URIP.

    Jika engkau telah meyakini akan RAHASIAMU, maka yakin pulalah engkau akan Tuhanmu, karena dari pada-NYA lah adanya segala yang ada. DIA lah yang menyatakan segala sesuatu…DIA tidak berada di dalam sesuatu dan tidak pula berdiam di dalam segala sesuatu…. Dia MELIPUTI segala yang ada dalam pandangan MATA lahir maupun BATIN.

    DIA tidak akan terjawab oleh pertanyaan ” BAGAIMANA ” dan tidak pula oleh ” UCAPAN TANYA ” yang seperti apapun. Laisa Kamislihi Syaiun….Tiada segala sesuatu yang telah diciptakan ” MENYERUPAI ” Keberadaan-NYA.

    DIA adalah Yang Maha Esa, Yang Maha Tunggal dan menjadi tempat kembalinya segala macam PINTA, tidak ada yang dapat menyatakan adanya menjadi NYATA selain DIA.

    DIA telah mendhahirkan alam semesta, bumi dan langit yang bersifat teguh dan tetap. Apabila DIA bernyata niscaya DIA akan melenyapkannya dan apabila DIA berkehendak niscaya DIA akan mengembalikannya kepada mendhahirkannya pula dengan pakaian-pakaian sementara serta aneka ragam sesuatu yang terdapat dimana-mana yakni pakaian ” RUANG dan WAKTU….MASA dan MANA ”

    Maka peliharalah batasmu antara MAKNAWIYAH dan STABITIYAH antara RUH dan JASAD-mu.

    DAMAI DIHATI…DAMAI DIBUMI…

    Salam…Salim…Rahayu…

  5. kangBoed
    09-05-2009 pukul 03:07

    @ Mas Sawali Tuhusetya
    yayaya.. Sungguh satu kehormatan mas… sampeyan mau berkunjung di gubuk reyot saya ini… mudah mudahan dengan hidangan yang seadanya ini mas sawali bisa sering sering mampir… mas… maklum yaaa suguhannya hanya ada bandrek dan bajigur… sambil diminuuuum maaaaas biar hangaaaaat badannya… hehehe…
    Salam Sayang

    @ Edsjok
    Salam kenal dan salam persahabatan mas… hmm.. sungguh sebuah pemahaman yang luar biasa mas… kiranya mudah mudahan kita bisa seperti itu ya maas… mudah mudahan.. Allah mengijinkan… hidup adalah sebuah perjalanan untuk mencari HIDUP itu sendiri…
    Salam Sayang

    @ rifta muhamad
    hahaha… mas Muhammad… hehehe… saya juga baru mas.. dan parahnya lagi bener beneeeeeer OON sur OON.. gaptek habis maaaas.. blooong ini aja disiapin sama saudaraku mas Lambang.. dan sampaai sekarang masih belum bisa ngisi sendiri.. huuuuuuwaaaaaakaaakaakak.. jadi maluuu aaaah.. hahaha… siapa tahu kawan kawan yang lain ada yang mengerti toloooooooong bantu saudara kita.. maaas Lambang juga boleeeeeeeeh… atau yang lainnya… silahkaaaaaan…
    Salam Sayang

    @ Mbaaah Santri Gundul…
    Ciamiiiiiiiiiiiik.. makin apiiik wae mbaaahku nyang atu ini… hahahaha… itulah hidup didalam HIDUUUUP… hmm… ruaaaaaaar biasaaaaaa…

    Dirimu hadir….. saat aku DIAM…
    DIAM dalam keDIAMan…
    Menatap mesra… lembut dan manja…
    Menggetarkan sang diri yang terlena…

    Lupaaa…… Hilaaaang sudaaah semua perkara….
    Saat sapaaaan dan belaianMU datang
    Tertumpah Rindu hati dalam isak tangis penyerahaaan…
    hmm…. Sungguh indaaah…. tak terkira rasanya…

    Apalah daya ini….
    Lepas sudah… telanjang….
    Semua tertinggaaaal….
    Hidup dalaaam HIDUP….

    mBaaaaaaah capeee yaaa mau dipijetin enggaaaa.. sambil bawa bajigur ma peuyeum goreng kesukaaan si mBaaah.. hmm.. sungguh hidup yang Hiduuup…
    Salam Sayang

    Salam Sejati untuk Saudara Saudaraku…

  6. 09-05-2009 pukul 07:14

    Ada yang membuat mikir nih Kang Boed,

    1. jasad (materia kasar) gimana mau diajak bertemu yang sangat-sangat lembut? alamnya beda…

    2. masih tanda tanya, apakah Ruh yang selama hidupnya tenggelam dalam lupa, dengan gampangnya begitu lepas dari jasad langsung celik matanya. Pengalaman saya, semua adil adanya, mau celik ya harus belajar melek, ga ada yang datang tiba-tiba.

    • kangBoed
      09-05-2009 pukul 20:42

      hehehe… buat illuminations yang baik… kadang jalan spiritual ini aneh bin ajaib… kadang ada yang berusaha mati matian… menjauhkan diri dari kehidupan bahkan menyepi dari keramaian.. tetapi sepertinya susah dan berat sekali perjuangannya… hihihi… dan mungkin ada beberapa rekan.. yang kalau dipikirkan mereka tidak mengerti dengan spiritualisme… hmm.. tiba tiba mereka mendapat anugerah.. yayaya.. mereka terpilih dan banyak mengalami hal hal yang diluar pikiran sehat dan logika.. bukan mereka yang menapak dimensi.. sebaliknya mereka ini diperlihatkan hal hal yang membingungkan diri mereka sendiri… mereka dibuat mabuk.. dalam kemabukan yang luar biasa.. mereka ini ditarik dan direngkuh.. dan diperlihatkan berbagai macam rahasia rahasia Allah… yayaya.. itulah spiritualisme tidak bisa diukur logika dan fikir… hehehe…
      Salam Sayang

  7. 11-05-2009 pukul 17:47

    Gimana sih caranya buat blog di wordpress? Tiap aku masukkan password selalu salah.
    Pengennya sih bikin blog di wordpress, tapi karna selalu gagal, saya bikin di blogspot.

  8. sayang heulang
    18-05-2009 pukul 13:56

    punten kang budi ngangge bahasa sunda
    jalanna cilaka lantaran katideresa, rasana keur kajongjonan, dilinglap ku tipu daya, dina jalan pancadria anu lima; ditungtungan ku palsu nu matak bingung, ceuli disamur pangdenge, dedengean sok disebut sawarga tan katingal¬an. Mata dipalsu paningal, rasa dipalsu pangrasa, ambeu dipalsu pangambeu; saalusna-saalusna, saagungna saagungna, samulyana samulyana, ngarah tepi ka kasampurnaan. Sumawonna perbawa ati setan, asal ngimankeun ka gaib, di¬wawuhan ku rohani, nu tukang mukakeun rasiah, weruh sadurung winarah, bangsa jin atawa iblis, sanggup munjulkeun darajat. Ciciren di kawalian, boga watek tina seuneu, sukana katakaburan, ana tepi ka sobatna, ngakukeun punjul tl batur, nyaho ka nu samar-samar, naksir umur naksir bagja, norah barang nu teu nyata, ana nyata kabeneran, balukarna percaya anu balangah, mulya hayang dicirian, ukur hayang ditandaan, ngarah betah ngeunah rasa, da aing boga ukuran.urang dibere hayat, tapi hayat teh nu mana? Usik malik mah tapakna! Di aing aya pangarti, aing disebut nu ngarti, meureun katitipanm elmu, tapi elmu teh nu mana? Beureum-hideung beunang mata, harus-henteu beunang ceuli, pait-peuheur beunang rasa, bau-seungit beunang ambeu, eta mah beunang malumat, tapak elmu di ma’ani; nu matak nu mana elmu teh
    ulah nepi bukur nu dipibingung pahili ku barang hiji
    .ulah cek cenah tapi kudu ceuk aing sanes kitu nun

    tabe

    sayang heulang

  9. kangBoed
    18-05-2009 pukul 23:05

    @ Fitrie
    Mbak Fitrie nyang baeeek.. mengenai soal buka bloongnya tanyain saja sama TTM saya… mbaaah Lambang… die entu pakarnya.. beneeeeran lhoo.. dan die baek hati dan tidak sombong.. coba minta sama si mBaah.. yaaa
    Salam Sayang

    @ sayang heulang
    waaaaaaaah.. sungguh satu pemahaman yang ruaaaar biasa.. sayang Kang Sayang heulang memakai bahasa sunda.. kalau tidak keberatan diterjemahkan kaaang.. supaya saudara kita yang lainnya bisa mengerti.. *muka ngarep ON*.. salam kenal ti Bandung akang.. mugi mugi si akang teh tiasa kaparengan.. tiasa sering sering dongkap kagubuk reyot abdi.. masihan pancerahan ka sim kuring anu bodo.. teu daya upaya teu ngartos nanaon..
    hmm.. satu pembabaran yang apik.. mulai dari babahan hawa sembilan.. menutup kelima panca indera.. melepaskan tipuan tipuan kepalsuan.. sampai akhirnya ketemu ilmunya.. ilmu tentang hidup.. ternyata masih belum selesai.. haarus diteruskan sampai akhirnya ketemu Sang Pemilik Ilmu.. ruaaaaaaaaar biasa.. sungguh ma kasih akang buat pencerahannya..
    Salam Sayang
    Salam Taklim
    Salam Hormat

  10. sayang heulang
    19-05-2009 pukul 10:40

    sama kang boedi bae,saya mah urang gunung nu bingung teu boga panglawungan,urang desa nu teu ngarti bahasa,bodo katotoloyo,sangsara kabina bina, makana pribados hayang bisa ngagambar asal,ngawarah rasa ,ngajajah raga teh bakat ku hyang jadi manusa( manunggaling kanu kawasa) nun

  11. 19-05-2009 pukul 11:00

    @ya entar saya tanyakan.

  12. kangBoed
    19-05-2009 pukul 20:35

    @ Sayang Heulang
    hehehe.. jadi malu.. *muka merah*.. ampuuun mas Sayang Heulang.. saya lebih lebih malu.. gak ngerti apa apa.. semoga mas Sayang Heulang mau berbagi pencerahan disini.. di gubuk reyot.. *muka melas*.. semoga perkenalan kita bisa semakin mempererat tali silaturahmi.. silahkan kaaaang..
    Salam Sayang
    Salam Taklim

    @ Fitrie
    Yayaya… terimakasih.. semoga dapat pencerahan dari mas Lambang nyang guanteeeeeng
    Salam Sayang

    • sayang heulang
      19-05-2009 pukul 22:01

      aduh…ampun biung…. disanggakeun malah nyanggakeun….,kayak dagang sate… hatur nuhun anu kasuhun panghampura anu diseja,ulah dugi kacilaka baraya sadesa dulur salemburan,mangga nun urang sami2 niti diri nata rasa sabobot sapihanean kacai jadi saleuwi( bukan homo sedikit narsis) kadarat jadi salogak ,ulah pakia kia undakan paluhur2tampian. salam hormat buat saudara2ku maaf pakai bahasa sun-da.bukan buat narsis tapi narsis sedikit

      tabe pun ingsun

      • kangBoed
        19-05-2009 pukul 22:20

        hmm.. bukan saya tidak menghormati bahasa ibu saya.. bahasa sunda.. tetapi berhubung yang lainnya berupa rupa dan berwarna warna.. hehehe.. *muka merah*.. rada suah ngetikna.. hihihi..
        pesan Kang Sayang Heulang buat kita semuanya.. sangat indah dan luar biasa.. sudah saatnya kita membangun kebersamaan.. dalam persahabatan sejati.. silih asah.. silih asih.. silih asuh.. dalam menata diri kita masing masing semakin matang… dan kita terapkan Spirit Islam sebagai Rahmatan Lil Allamin.. buat kang Sayang Heulang.. kami disini sudah mulai merintis dan membangun persahabatan.. dengan diadakannya saresehan pertama.. dan mungkin saresehan berikutnya di Bandung atau Bogor.. kiranya Kang Sayang Heulang berkenan untuk berbagi dan menghadirinya dan membangun kebersamaan diantara kita kita disini dan blog blog sahabat… silahkan akang berbagi dan kunjungi :
        http://kangboed.wordpress.com/2009/05/10/indahnya-persahabatan
        Salam Sayang
        Salam Hormat
        Salam Taklim

  13. sayang heulang
    19-05-2009 pukul 22:15

    #

    Anu jadi ka-Ahlah-an, wisesa di kalanggengan, nu matak aya babasan: kapirit pajali-jali, haramay pajegang-jegang, angen keuna ku cocoban, nya lungguh dina kukulian, mun ngapung kana jungjunan; rasa rumasa boga nyawa kakurungan. Sundana teh: Pung ka luhur pung ka handap, lamun masih di¬caangan; rek ngapung kudu jeung suwung, ka handap mamawa baka. Gusti agung ku tanajul, nyukakeun ka nu tihandap; ngawula mulya ku seba, awas kana pamuntangan; guru agung ku ngawuruk, santri mulya ku tatanya; beunghar mulya ku baralian, malarat mulya ku menta; menak mulya ku someah, rahayat mulya ku rendah; raja mulya ku adilna, abdi mulya ku nurutna. Hidayah ka-¬Pangeranan maksa najan teu rumasa menta ka nu rasa boga, nanya ka nu rasa bisa. Nu matak ari nyalahan sok nipuh ku kabongananana. Hina teu rumasa hina, mulya teu rumasa mulya. Nu pinter sok ngarasula, teu tahan ku nu naranya, nu beunghar sok ngarasula, teu tahan ku nu marenta. Henteu boga rumasa bongan ngaku banda batur; henteu boga rumasa bongan mungkir ka milik pribadi. Nu jadi dingding paminding ulah kalinglap sasama, buburuhun cara batur, sangsara cara sasama. Iman dibungkus sare’at, nya tata aya tenjoeun, nya basa aya denge¬eun, rapih dalit jeung pangampih, bear basa jeung sasama, rapih ka dieu ka ditu, pait daging jeung pahang tulang, ngawula pada ngawula, lain hayang dicirian. Undak luhur pamakaman, hayang kaciri diasih, umaku jadi seliran, dibedakeun jeung sasama, cul sara tata nagara, ngarah kalao nu lian. Nu dipambrih kasenang¬an keur di dunya, ngarah rebo ku sosoroh, ngarah ladang paruruban, micara barang nu langka, majarkeun kasampurnaan. Sampurna perbawa setan. Hayang cukul ku panipu, ngajual kapangeranan kana lalab rumbah, sanggup kana ka¬dunyaan, ngarah poho ka aherat; hayang disebut karamat, mulya kakasih Pange¬ran, ngalejo ka nu paroho, puguh merong, tinggal conto, jauh Nabi deukeut guru, nu mulya pan ngawula, teu pambrih ka sugih dohir, wayahna sangsara jasad, mihapekeun payakinan, nu jadi kapangeranan

    • kangBoed
      19-05-2009 pukul 23:39

      hehehe.. terima kasih Kang Sayang Heulang.. mari mari kita mulai menanamkan budi perkerti yang luhur.. untuk melangkah menuju kesempurnaan hidup.. bukan menjadi manusia manusia yang tertipu oleh pahit dan manisnya kehidupan duniawi.. tetapi mulai belajar membuka mata hati kita dan melangkah bersama.. mencari kesejatian.. mungkin begitu ya kaaang..
      Hayu atuh urang sasarengan.. ngan hapunten pisan abdi masih bodo jeung tolol keneh.. nyuhunken pituduhna atuh ti akang.. mugi mugi akang sakaluarga ditangtayungan ku Gusti ALLAH
      Salam Sayang
      Salam Taklim
      Salam Hormat

    • 20-05-2009 pukul 02:15

      Hehe…
      Gini deh kalau sesama dewa sudah ketemu… pakai bahasa khayangan.😉

      *cari2 kursus bahasa khayangan yang terdekat*

  14. sayang helang
    20-05-2009 pukul 08:18

    sumuhun nun,yang penting kita jangan pernah ada rasa ” merasa” merasa jadi hamba,budak hamba,kita mengabdi karena kita menerima kemusrikan diri,di hadapanNYA’ ini kang nomor hp saya buat nyambung tali silaturahmi 0817409129

    tabe pun ingsun

  15. kangBoed
    20-05-2009 pukul 09:14

    @ Mas Lambang
    huuuuuwaaakaakakak.. buat mbaah Lambang.. beneeer tuuh bahasa kahyangan.. bahasa para Dewata.. karena sunda entu identik dengan Parahyangan.. tempat ngehyiang.. banyak yang hilang setelah mendapatkan nama kahiyangan.. hihihi.. kursus.. yayaya.. nanti saya cariin.. mudah mudahan ada dewa yang mau buka kursus bahasa.. hihihi..

    @ Kang Sayang Heulang
    Sumuhun.. kang nuhun pisan diengetan terus ku akang anu bageur.. mugi mugi tiasa saling ngabangun manah anu sae.. silih asah silih asuh silih asih.. hihihi.. kadang banyak yang mangaku sabagi kawulo.. sebagai hamba.. sebagai budak.. tapi kok sombongnya setengah mati.. banyak yang lupa dan tidak memahami.. Kewajiban, HAK, SIFAT.. seorang BUDAK..
    oke !! segera saya hubungi akang secepatnya.. mudah mudahan bisa manjangkeun tali silaturahmi.. duduluran.. demi kesejatian kita bersama.. seiring dan sejalan menyongsong perputaran roda sang waktu..
    Salam Sayang
    Salam Taklim
    Salam Hormat

  16. sayang heulang
    20-05-2009 pukul 10:16

    ha…ha…. sok kitu ah,para-hyang-an

  17. kangBoed
    20-05-2009 pukul 11:39

    hehehe… salam ngahiyang kahatur akang Sayang Heulang nu kasep.. cageur.. bageur..
    Salam Sayang

  18. sayang heulang
    20-05-2009 pukul 13:00

    permios bade nga-hyang ka tatar sukapura asal indung jasad ti dalem sawidak ” HANA NGUNI HANA MANGKE TAN HANA NGUNI TAN HANA MANGKE HANA TUNGGAK HANA WATANG HANA MA TUNGGULNA AYA TU CATANGNA

    TABE PUN INGSUN

    HEULANG MAPAKEUN JANGJANGNA KU ABDUL JABBAR SARENG ABDAL JABBAR

  19. kangBoed
    20-05-2009 pukul 13:57

    hehehe… ruaaaaar biasaaa.. *manggut manggut*.. *muka melas*.. akang ajarin atuh.. hehehe.. wah bade ka tasik nya.. euleuh euleeeeuh.. sakampung sareng abdi.. hihihi.. salam ka urang tasik.. nu kararasep jeung gararelis.. tur ka “Paguyuban Sunda Wani”.. maju terus..
    Salam Sayang
    Salam Hormat

  20. sayang heulang
    20-05-2009 pukul 14:34

    hik…hi….,mangga nun pami teu kaabotan mah sms keun ka pribados no hpna kang budi htr nuhun

  21. 20-05-2009 pukul 15:24

    @kangboed

    Benar tuh kata mas lambang, jika para dewata bertemu maka bahasa yang digunakan bahasa khayangan.

    Yang ga bisa bahasa khayangan cuma bisa manggut-manggut, padahal ga ngerti apa-apa.

  22. sayang heulang
    20-05-2009 pukul 16:05

    mohon maaf saudara saudaraku… ,nanti saya pake bahasa nasional saja ya,tapi klo mau belajar saya mau dengan senang hati mengajarkan bahasa ka-hyang-an ini mah lagi bercanda sama kang budi ,punteun kang budi di heureuyan ku pribados,mas lambang,mas fitri mohom maap ya tidak ada maksud saya membuat pusing ama bikin manggut2 panjenengan berdua,salam sejahtera lan rohmatan lilalamin buat kita semua

    tabe pun ingsun

    heulang mapakeun jangjangna

  23. kangBoed
    20-05-2009 pukul 16:33

    @ Sayang Heulang
    oke !!!.. nanti saya hubungi kaaaang by phone yayaya.. hehehehe… sekali kali boleh juga tuh pake bahasa kahyangan.. hihihi.. jangan bahasa jawa aja.. yayaya.. bagus tuh kang Heulang.. biar bisa berbagi dengan semuanya.. sayang tuh pencerahan yang bagus mengenai babahan hawa songo.. banyak yang gak ngerti..
    Salam Sayang
    Salam Kangen

    @ Fitrie
    hehehe… coba pake google translate..

  24. 20-05-2009 pukul 17:42

    *ketoprak mode ON*

    Kakangmas KangBoed,
    Kados pundi to meniko, sampun kulo padosi wanten simbah Gugle, ananging mboten kepanggih ingkang kulo karepaken, injih meniko terjemahan sangking boso sundo kalebet dumateng boso njawi. Mbok bilih panjenengan kerso, saget dipun terjemahaken dumateng njawi longkangan utawi njawi pekarangan.

    Kepareng…
    Sumugi tansah pinarengan karahayon lan karaharjan.

    Lamat-lamat terdengan lantunan gending dandanggula;
    di bagian depan ada dua penari latar denok deblong berpakaian adat jawa;
    di bagian belakang ada dua orang simbok yang nggendong jamu kuat.

  25. sayang heulang
    20-05-2009 pukul 19:37

    mangga kang budi pangterjemahkeun garis besarnya saja.

    Anu batin dina nyawa: aya akal, bisana nyaho di nu kapikir; aya sangka, bisana ka nu disangka; aya yakin, bisana ngan ka nu bukti.
    Eta kabeh lain lawan papanggihan jeung uluhiyah. Aya oge kapanggihna lamun teu kapanggih, timuna lamun teu jongok, ngan cirina anu bukti, kumaha jejegna aing dina pangkat ubudiyah lamun jejeg asal-asalna, henteu pahili nya ngancik, henteu salia nya pangkat: Asal aing tina seuneu, nuturkeun cahyaning hayat; asal aing tina taneuh, nuturkeun cahyaning elmu; asal aing tina cai nutur¬keun cahyaning iradat; asal aing tina angin, nuturkeun cahyaning kudrat; jejeg panceg sarua papak beuratna, dibarengan ku duriat eling ngapung kana datna uluhiyah; elmu gumelar kana sipat rahmaniyah; iradat ngocor kana laut musahadah; kudrat anu ngobahkeun kana pucuk hayat. Nu matak tajalli wama, per¬buka henteu sarua, masing-masing teu pahili, sabogana sabogana, perbawa pucuking seuneu bari eling katebak ku barat kudrat, ana nyorot kana taneuh, aya caang aya surem, aya panas aya tiis, aya beureum aya bodas, aya hejo aya paul; kumaha bagianana perbawaning iradat. Lebah kokocoran cai, aya kiruh aya herang, aya leler aya tarik, aya banjir aya orot, kunang-kurang pangoboran ti hayatna, moal bisa taneuh narimakeun inya, lamun taya wawatek elmu, tangtuna pasalingsingan, balukama kabanjiran teu elmuan, kacaangan teu elmuan, kaanginan teu elmuan; nu matak pabanding-banding, angin wawateking kudrat ngagedagkeun pucuk hayat, ngoboran ka napas aing; aing kasampak keur eling geus tangtu saban napas ganti-ganti, nu kaluar nu ka jero; keur di luar keur di jero, moal pahili tajalli, nya rasa moal sarua, bagian tina hayatna, diobahkeun ku kudratna, ngoboran ka iradatna, ditampa ku yakin aing pasihan moal ka¬bilang, panampa taya tungtungna! Anu matak moal katimu lamun kurang ngabandingna.
    Cirina anu geus sampuma dina kagustianana, dianggap ku nu sampuma dina kaabdian. Di ditu aya istighna, di dieu aya iftiqor, nu matak moal katimu lamun masih boga sangka

  26. sayang heulang
    20-05-2009 pukul 19:52

    mas lambang biar sama sama belajar ya .saya mengerti bahasa jawa cuma bisa sedikit ,mohom jangan kecewa (biar bos budi ada kerjaan punteun juragan,)ihik.. ihik….klo dicari di gogle engak bakal ketemu soalnya bahasa yang saya pakai campur2 ada arabnya,sunda buhunnya.ada jawanya.sunda buhun ada persamaan dengan jawi buhunnya bos klo mau jelas telepon saya saja kan ada di postingan sblmnya.sekali lagi mohon maaf .

    tabe pun ingsun

    heulang mapkkeun jangjangna ku kalimah abdal jabbar jeng abdul jabbar

  27. kangBoed
    20-05-2009 pukul 22:15

    @ Sayang Heulang, Mas Lambang
    Huuuuwaaakaakakakak.. ampuuun.. tobaaat.. meuni isin pisan.. silahkan Kang Sayang Heulang jangan sekalian tanggung berbagi ilmunya.. biar saya juga dapat pencerahan dari akang anu kasep jeung bageur pisan.. kalau saya yang menterjemahkan.. nanti TASTEnya hilang, karena masih kata nya bukan kata saya.. *muka merah malu*.. biar ku Kang Sayang Heulang saja.. saya menunggu yaaaaaaa.. mudah mudahan akang bisa berbaik hati pada saya dan mas Lambang.. silahkan KANG jangan ragu ragu.. mudah mudahan akang dapat mengasuh kami yang masih muda muda ini.. hehehe..
    buat mas Lambang silahkan kalau mau lebih jelas hubungi kang Heulang di nomer telephon di atas.. dan semoga Kang Heulang mau saling bergandengan tangan dengan penuh rasa kebersamaan.. saling berbagi.. saling mengisi dan saling mencerahkan.. dengan kami kami disini yang masih belajar dan masih merangkak dalam kegelapan…
    Salam Sayang
    Salam Kangen
    Salam Hormat

  28. sayang heulang
    20-05-2009 pukul 22:35

    siap bos dilaksanakan! saya menunggu teleponnya saja.yang posting buat bahan pembelajaran bahasa sunda saja buat bos lambang he…he…,klo engak ke e-mail saya saja ENDUT.YUS@gmail.com mangga nun diantos

    tabe pun ingsun

    heulang mapakkeun jangjangna ku abdal jabbar jeng abdul jabbar

  29. kangBoed
    21-05-2009 pukul 03:25

    hehehehe… mangga atuh juragan… tong asa kasasaha.. sing sering mampir.. hehehe.. buat mBah Lambang kalau mau belajar silahkan hubungi hand phone atau e-mail di atas… waaaah saya juga harus belajar banyak sama Kang heulang anu kasep.. maklum kang ieu abdi teh bodo pisan.. teu acan ngarti nanaon..
    Salam Sayang
    Salam Kangen

  30. heulang
    21-05-2009 pukul 13:12

    nambihan kang…..

    hierarki bertasawuf

    al-quran terdiri dari 6666 ayat, 1000 ayat mengenai pahala 1000 ayat mengenai ancaman,1000 ayat mengenai perintah 1000 ayat mengenai larangan ,1000 asal usul dan kejadian yang akan datang 1000 ayat mutsyabihat,500 ayat menngenai halal haram,100 ayat nasik mansuk,66 aya mendenai dzikir dan goa serta shalawat, itu menjadikan ushul fiqh ( wajib ,sunat,makruh,haram,mubah)dikembangkan lagi jadi ilmu fiqh.ada 4 mazhab yang di kenal,di kembangkan lagi jadi ushul talajik.di kembangkan lagi jadi ilmu tasawuf,kirang langkung kulo nyuwun pangapunten, cara dan tatacara bertasawuf dipersilahkan masing2 tapi jangan lepas dari hierarkinya

    tabe pun ingsun

    heulang mapakkeun jangjangna

  31. kangBoed
    21-05-2009 pukul 13:54

    *ngelirik atas*.. *bengong*.. *muka melas*.. mohon pencerahannya Kang Heulang anu kasep da bageur si akang mah.. hehehe… dari awal dunk.. hihihi.. hapunten sok teu sopan kakolot teh.. sok ngagawekeun pisan… aduuh hapunten pisannya..
    Salam Sayang
    Salam Kangen

  32. sayang heulang
    21-05-2009 pukul 14:57

    ah sok kitu ari si akang….,heuheuy apan karesep kang budi mah dari atas ke bawah …ihik…ihik….,tanujul maksud saya mah. jadi itu tata cara bertasawuf,kenapa ada syare’at,thorekat,hakekat lan marifat ,kenapa napas turun naik.ada tajjali dari bawah naik ke atas ,tanujjul dari atas turun ke bawah ,kata orang arab mah orang yang dari bawah naik ke atas namanya orang SALIK,klo dari atas ke bawah namanya MAJDUD. orang salik dan majdud akan bertemu dalam perjalanan entah itu di thorekat atau di hakekat,perbawanya sering berantem….he…he…..,karena beda prekwensi nah klo sudah bgt di kembalikan ladi ke dasar hukum lagi….,cangkeul yeh..,nanati di lanjut…

    tabe pun ingsun

    heulang mapakken janjangna

  33. 21-05-2009 pukul 15:12

    Wuih.. wuih.. duduknya harus agak jauh nih. Takut kesamber jurus-jurus tingkat tinggi.
    Mengamati pembicaraan para dewa sambil pegang kamus bahasa Sunda. Mudah-mudahan bisa kecipratan dikit ilmunya, tapi ngga kesamber jurus-jurus pamungkasnya.

    Salam.

  34. sayang heulang
    21-05-2009 pukul 15:32

    mas lambang,ikut duduk diteras ya,he..he… ngiring ngariung ngadu bako tiasa nun?

    tabe pin ingsun

    heulang mapakkeun jangjangna

  35. kangBoed
    21-05-2009 pukul 15:34

    @ Sayang Heulang
    euleeeeeuh euleeeeeuh si akang Heulang.. nulisna meni sapotong.. teu ditamatkeun.. beresan heula atuh akang anu kasep tur bageur.. hehehe..
    Salam Sayang
    Salam Kangen
    Salam Hormat

    @ Mas Lambang
    waaaah nu hiji deui sok merendah.. padahal guru meditasi kura kura ninja.. ieu tah guru nu kakoncara rendah hati, tidak sombong dan rajin menabung teaaa..
    Salam Sayang
    Salam Hormat
    Salam Kangen

  36. heulang
    22-05-2009 pukul 11:49

    mohon maaf kang budi mas lambang kemarin ada gangguan tehhis pun bojo ngajak ka pasar,

    asal air ,duduknya dimata,asal tanah duduknya di mulut,asal angin duduknya di hidung ,asal api duduknya di kuping,apakah pernah kita syukuri asal kita dari 4 unsur tersebut? kita bisa dengar,bicara,bernapas dan mencium.dan melihat.tapi kadang kita ngomong engak pakai aturan,padahal tanah watak ilmu,dadi dimana ilmunya?( ampun gusti…)mata,kita melihat ,memandang jauh ke depan tapi asal diri tidak pernah diliat .pernah dilihat tersilaukan oleh kejamaliahan hingga ketemunya musim2an siang ketemu hilang malam,malam ketemu hilang siang…..,dikarenakan perbawaning hidup alias unsur api yang duduk di kuping,kata orang a,pingin a kata orang b pingin b atuh dimana adanya hidup?…..

    cag heula aya gangguan tehnis

    • kangBoed
      22-05-2009 pukul 12:30

      ooo.. waaaaah.. asyik tuh.. nyaah pisan ka bojona.. hehehe.. huebaaaaat kang.. perlu di contoh dan ditiru.. waaaaah.. ngababarna.. satengah satengah.. hehehe.. dipiwarang ka mesjidnya kang.. mangga atuh.. diantosan khabarna ku abdi..
      Salam Sayang
      Salam Kangen

  1. 04-07-2009 pukul 00:18

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: