Beranda > Cinta, Petuah, Renungan > Waspadai Ketakwaan Pintu Kenistaan

Waspadai Ketakwaan Pintu Kenistaan

Hmm… sungguh indah rasanya… begitu banyak sahabatku yang turut berbagi cerita… begitu perhatiannya… seperti di bawah ini sepenggalan pengingat buat kita semua agar tetap dalam kesadaran… sungguh dalam maknanya tulisan kiriman my Brotherhood… mas MARD… Sufi Gila… kiranya membuat mata kita semakin terbuka… bahwa jangan sampai perjalanan spiritual dan sensasinya… pemahaman… amal ibadah… ketakwaan… syariat… tarekat… hakikat… ma’rifat…  membuat kita merasa… yayaya… merasa sudah ini sudah itu… merasa mampu… merasa benar… merasa suci… mengaku ngaku…  sehingga tanpa kita sadari bahwa semua perjalanan itu telah membentuk dinding dinding yang sangat tebaaaaaal melebihi tembok china… dan semakin tanpa kita sadari kita sedang terkurung dalam jerat yang samar… jerat Ego dan Keakuan… jerat Kedirian… sungguh jerat yang memabukkan…

”Laa Tatakharroka illa bi’iznillah……….” (Tidak bergerak sekecil zarrah pun melainkan itu semua dengan Izin Allah).

Mari mulai kita sadari bahwa semua gerak kita hanya berdasarkan ijin dan kehendak serta kuasaNYA saja… ternyata sang diri ini lemah tak berdaya… bahkan hanya untuk membuka dan menutup mata kita… sungguh sang diri ini tiada daya dan upaya… apalah yang bisa disombongkan… kembalikan semua kepadaNYA… yaaa mari kita kembalikan semuanya kepadaNYA… dan biarlah kita hanya sebagai “Kawulo yang manembah sejati”…

Mari kita renungkan bersama :

Salam Cinta dan Damai dalam Kasih ALLAH Tuhan Semesta Alam…

Hidup kita dipenuhi oleh dogma-dogma serta pemahaman-pemahaman yang terkadang tidak kita maknai dan mengerti dengan tuntas… dan secara tidak sadar kita terlalu menghitung-hitung segala ibadah kita seakan-akan segalanya bisa dihitung secara matematis sesuai dengan logika dan akal pikiran… sehingga akhirnya tanpa disadari kita telah terjerumus dalam penuhanan segala sisi ketaqwaan dan kebaikan yang kita miliki… pada akhirnya kita melupakan bahwa sesungguhnya tanpa kehendakNya maka tidak akan ada kekuatan bagi kita untuk melakukan ibadah pada Nya… merasa sudah ini sudah itu… paling ini dan paling itu.. hmm… merasa rasa..

KETAQWAAN atau bahasa mudahnya adalah KEPATUHAN adalah sifat yang seharusnya tidak perlu kita banggakan… apalagi kita pamerkan, kenapa begitu??  yayaya.. karena seekor hewanpun bisa memiliki nilai KEPATUHAN… karena definisi TAQWA atau PATUH adalah mengerjakan segala SURUH atau Perintah walau terkadang hanya sekedar kejar setoran saja  atau asal sudah bebas kewajibannya… hehehe… mungkin seekor anjing memiliki nilai KEPATUHAN yang jauh lebih tinggi daripada manusia … bahkan saat tuannya dalam bahaya yg mengancam maka dia akan berikan nyawanya sebagai taruhannya… semua ini hanya karena dia tahu bahwa tuannyalah yang selama ini memberikan kehidupan dan pemeliharaan berupa makanan (kalau dalam kajian manusia pahala.. karunia.. barokah.. hehehe..)… maka nilai KEPATUHAN manusia terhadap ulama pewaris nabi yang benar-benar dikehendaki ALLAH seringkali luluh lantak hanya karena ujian-ujian yang remeh…

suatu ketika Sang GURU berkata.. “jangan kau benci anjing peliharaanku, sungguh nilai kepatuhannya padaku jauh melebihi kalian yang berbentuk manusia, dia akan korbankan nyawanya demi menjaga keselamatanku… tapi kusadar bahwa kepatuhan hanya dibangun oleh iman yang tipis yaitu iman yg masih dikotori oleh harapan harapan keduniaan atau hadiah-hadiah dari tuannya, sehingga jangan bangga dengan TAQWA, nilai CINTA jauh melebihi TAQWA karena anjingpun bisa untuk TAQWA”

kata-kata ini adalah suatu tamparan keras bagi kita manusia yg terlalu membanggakan TAQWA yg tidak didasari oleh CINTA dan Kasih Sayang sehingga TAQWA akan hanya menjadi pintu kenistaan karena kita menempatkan TAQWA sebagaimana anjing atau hewan yang PATUH karena segala pemberian dari tuannya… apalagi jika nilai nilai ketakwaan itu menjadi kesombongan dan kebanggaan… sehingga kadang menganggap diri kita yang benar… bukankah kita seharusnya SADAR bahwa segala ibadah kita tidak akan mampu membayar segala kemurahan ALLAH yg telah dikaruniakan terhadap semua manusia … apalagi untuk membuat ALLAH semakin mengasihi kita semua… sehingga seharusnya juga kita SADAR bahwa bukan karena TAQWA kita atau IBADAH kita maka kita masuk ke dalam pelukan CINTA ALLAH tetapi semua karena RAHMAT dan ANUGERAHNYA saja… dalam penyerahan diri dalam ketiada berdayaan… dalam kelemahan… semua hanya kehendakNYA saja..

waspadai nilai KETAQWAAN yang sering dirasa rasa kita punyai… syukuri dan berharaplah akan kebaikan pada ALLAH agar segala KETAQWAAN kita selalu ditingkatkan nilainya dengan menyertakan RASA CINTA kita kepada ALLAH dan RASULNYA serta AL ULAMA WARISATUL ANBIYA / ULAMA PEWARIS NABI …

dalam ayatNya dikatakan …

” barang siapa mencintai kekasihKu sama dengan mencintai AKU “

Salam Sayang

Salam Taklim

  1. 13-05-2009 pukul 21:35

    kangboed .. begitu sangat menyentuh…, saudaraku teruslah memberikan pencerahan bagi saudara2 kita supaya menjadi insan yang patuh/taqwa.. dalam artian tidak ..menjadi sebuah harapan untuk mendapat imbalan.., tapi benar2 dengan kesadarn tertinggi…, waahhh.. ANJINGPUN begitu patuh.. memang dan binatang paling patuh, setia dan berjiwa sosial.. diantara binatang lain.., kadang kita juga punya pikiran kenapa kita selagi ibadah seperti seorang pedagang., mencari untung dan rugi. mengapa kita dalam beribadah seperti seorang kuli.., takut akan siksaan..? kenapa semua ibadahnya manusia kepada TUHANnya.. merupakan perbuatan yang mempunyai harapan akan imbalan..? apakah kalo jika tidak ada Surga / Neraka kita tidak akan melaksanakan perintah …? ( hehehe.. sebuah lagu lagi..) apakah surga itu begitu menggiurkan .. dan neraka itu begitu menakutkan..? kesemuanya hanya karena kita manusia sering dijejali akan pahala dan siksaan dan menakut nakuti.. sehingga kalo tidak ngibadah, taqwa, akan disiksa dineraka hingga otaknya mendidih.. ( hhiiii .. ngeriii ) akhirnya dengan keterpaksaan , bukan kesadaran…, kenapa para guru ngaji kita dulu begitu yaaa…, apakah karena peninggalan.. maaf Snouk Hourgogne( maaf jika salah tulis ) orang belanda yang pura pura masuk Islam untuk mengahancurkan Islam dari dalam karena selalu kalah dalam perang Paderi… sehingga mengeluarkan hadis2 palsu yang ndak masuk akal sampai sekarangpun masih dipakai,oleh beberapa daerah…? ( maaf.. makanya di kita hanya ada beberapa hadish yang shahih kalau kita jeli untuk meneliti ) waaaahhhh…. weladhalah kepanjangan komentarnya kangboedd..ngomyang ndak karuan… nanti malah ndak kebagian semur ati macan…, sama kolak otak gajah,… gara gara kebanyakan nulis hingga ketinggalan prasmanan … di rumah kangboed… hehehe…, mohon maaf apabila ada pernyataan saya yang kurang berkenan ya kangboed..,
    matur sembah nuwun..

    salam sihkatresnan ( kasih sayang .

    Rahayu..

  2. zal
    14-05-2009 pukul 01:34

    ::ya..ya…masalahnya memang yang ngaku-ngaku itu, bisa jadi masih dalam perjalanannya…, lha kalau dalam perjalanan lagunya kan naik-naik ke puncak gunung tinggi..tinggi sekali, kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara…, nah semua orang berjalan melagukan lagu yang sama, meski di kiri dan kanan gak ada pohon cemaranya…yoo terus aja nyanyiannya sama…, sebab ada jalan yang memang terkonsepkan…, lha sampeyan wae sing wani biayakan…, makane “guru” sampeyan nyekel gulu sampeyan supaya natap sing diperlukan…makane ngerti melangkah karena di tatah, menatap karena gulune dicekal dan diarahkan…🙂

    untung sekarang di teve sudah ada perubahannya seorang anak kecil diiklan susu…menyatakan banyak pohon strawberry, pas ditanya kenapa bukan pohon cemara..jawabnya memang yang ada pohon strawberry…🙂

  3. jok
    14-05-2009 pukul 05:07

    ini baru orang sunda.bagus .asli meskipun ada sedikit filsafat.

  4. 14-05-2009 pukul 08:26

    Kesombongan dan Keakuan itu terkadang tidak mempunyai batas yang jelas….
    “Ana Al Haq” ungkap Al Halaj dalam kefanaannya yang membuat dia dihukum mati karena mengaku sebagai Tuhan. Orang awam menganggap Al-Halaj sebagai manusia sombong dan angkuh karena merasa sejajar dengan Tuhan. Tapi dalam pandangan Para Sufi justru ucapan Al-Halaj adalah ucapan rendah hati karena dia telah mampu dengan sepurna menghilangkan kediriaannya dan lebur dalam keabadiaan Tuhan.

    Begitu juga ucapan “Subhani” (Maha Suci Aku) yang di ucapkan Abu Yazid atau ucapan “Ana Ahmadun Bila Mim” (Aku adalah Ahmad tanpa Mim, Aku adalah Ahad) yang di ucapkan Nabi Muhammad akan menjadi sombong dan sesat dalam kecamata awam dan akan bermakna perendahan bagi kalangan sufi..

    Ucapan “Akulah Tuhan” yang keluar dari mulut Fir’aun adalah ucapan pengingkaran dalam alam kemanusiaan yang justru menempatkan Fir’un sebagai pembangkang…

    Yang Lebih penting dari sebuah KEPATUHAN adalah kita mengenal yang kita patuhi.

    salam damai selalu

  5. 14-05-2009 pukul 08:55

    Ya, berbagai macam cara telah dilakukan oleh non muslim. Seperti membuat hadis palsu, membuat Al-Qur’an seperti Injil, menyebut Islam menyembah Hajar Aswad, dst.
    Pada dasarnya saya tidak membenci agama lain, tapi saya pun juga tidak suka jika ada yang mengatasnamakan agama untuk melakukan jihad, kristenisasi, dan menyebar fitnah di mana2. Jika ingin tahu tentang hadis palsu, coba deh search google masukkan nama sangkebenaran.
    Atau masuk blognya.. http://sangkebenaran.blogspot.com

  6. 14-05-2009 pukul 10:46

    weh.. kang Fitri keras… hehehe….

  7. kangBoed
    14-05-2009 pukul 11:10

    @ mas Hadi Wirojati
    hmm.. sahabatku kemana saja.. kangen nih.. hehehe.. benar semua pemaparan tersebut mas Hadi walaupun sejujurnya itulah bagian dari perjalanan menuju kesejatian.. tetapi sayang sekali banyak yang berhenti di sini dan tidak melanjutkan perjalanannya.. untuk membuka terus kepalsuan kepalsuan di dalam diri.. dan terlanjur keenakan di merasa rasa.. merasa paling baik, merasa paling benar, merasa paling bertakwa.. dan celakanya jika terlena mulailah berani menunjuk orang lainnya sebagai yang tidak benar.. yang tidak bertakwa.. lama lama akhirnya ketakwaan orang lainpun semakin diremehkan jika bertakwa tidak dengan cara mereka.. sehingga mengenggap sang diri ini menjadi kebenaran absolut.. nah inilah dinding dinding yang paling samar.. walaupun semuanya sebagian dari perjalanan spirituil.. tetapi telah memakan banyak orang yang berhenti dan larut serta melupakan perjalanan selanjutnya..
    Dan mungkin sudah saatnya bagi kita untuk tidak berhenti di situ bahkan melangkah dan berlari secepatnya.. sampai bertemu dengan kesejatian itu sendiri.. mari kita tebarkan perdamaian, cinta dan kasih sayang sebagai Spirit Islam.. Rahmataaan lil allamin.. mari kita bergandeng tangan dalam kebersamaan dalam perbedaan.. menjadikan nuansa yang indah..
    Salam Sayang
    Salam Kangen
    Salam Taklim

    @ mBaah Zaaal
    Sepakaaaat… mbaaah bolo boloku.. saya berangkat dari Bandung ke Jakarta.. terserah mau lewat mana.. terserah supir.. hehehe.. selisih lima menit kemudian mBaah Zal.. berangkat menyusul lewat jalan yang sama..
    hmm… di perjalanan saya melihat kejadian a,b,c,d,e.. sedangkan mBah Zal melihat f,g,h,i,j.. sesampai di jakarta kita bicara.. eee kok sensasinya berbeda yaa.. hehehe.. tetapi.. ada beberapa patokan yang tidak berubah membuktikan arah perjalanan kita sudah benar.. contoh mBah saya melihat pom bensin di kilometer sekian, yayaya.. sama kata si mBah Zaal.. hehehe.. guru seperti kata mBah hanya memeriksa perjalanan dari patokan patokan tersebut.. mengenai sensasi perjalanan tidak ada yang sama.. hihihi.. begitu ya mBaaah Zaal nyang guanteeeng beneeer gaaak.. akhirnya cariin guru dunk mBaaah.. biar gak biayakan..
    Salam Sayang
    Salam Kangen
    Salam Taklim bolo kembaranku..

    @ jok Says:
    14 Mei 2009 at 05:07
    ini baru orang sunda.bagus .asli meskipun ada sedikit filsafat.
    ———————————————————
    hehehe.. Mas Jok tulisan di atas adalah persembahan my BROTHERHOOD.. Mas MARD.. SUFI GILA.. asli Surabaya.. bukan sunda.. hehehe.. saya hanya prakata saja.. hihihi.. salah tuh..
    mengenai filsafat.. hmm.. satu saat filsafat filsafat itu akan mas jok temukan dalam kehidupan itu sendiri.. bahkan dalam perjalanan spiritual.. begicuuu..
    Salam Sayang
    Salam Hormat

    @ Bang Sufi Muda
    hehehe benar adanya mas.. ketika si pecinta dan yang di cinta sudah berpelukan mesra.. mana lagi yang menjadi si pecinta dan yang di cinta.. semua sudah mesra.. yang tertinggal hanya yang di balik semua itu.. lebur sudah.. lenyap sudah.. tetapi itu sensasi spirituil yang harus dipahami dengan baik.. dalam kondisi ekstase spirituil yang dahsyat ruaaar biasa.. dalam peniadaan dan penyangkalan diri yang supeeeer.. dan ketika keluar hanya rasa cinta dan kasih sayang sebagai sikap kawulo manembah sejati..
    lain halnya dengan kesombongan Firaun.. sungguh kesombongan berdasarkan hawa nafsu belaka.. mari jangan sampai kita terjebak dengan kesombongan Firaun.. sehingga selalu merasa paling hebat.. paling berkuasa.. paling benar.. siap yang tidak mengikutinya salaaah..
    Mari para pejalan cinta.. maupun para pecinta.. kita buktikan dengan karya nyata.. Tebarkan Perdamaian dalam Cinta dan Kasih Sayang.. terapkan Spirit Islam.. sebagai Rahmataaan lil allamin.. mari kita bergandeng tangan dalam kebersamaan dalam perbedaan..

    @ Fitrie..
    Mas Fitrie yang baik.. ingat sudah bukan saatnya kita memecah belah antar golongan.. bahkan dalam golongan kita sendiri terlanjur terpecah belah.. sudah saatnya kita.. terutama Mas Fitrie untuk menebarkan perdamaian dalam Cinta dan Kasih Sayang.. terapkan Spirit Islam.. sebagai Rahmataaan lil allamin.. mari kita bergandeng tangan dalam kebersamaan dalam perbedaan..
    Kiranya Mas Fitrie berkenan.. dan mau bergandeng tangan bersama.. membangun persaudaraan yang erat..
    Salam Sayang
    Salam Taklim
    Salam Hormat

  8. 14-05-2009 pukul 11:56

    Hmmm..hebat, hebat, adimas Boed kian hari kian berbobot saja, benar2 dinamis dalam menempuh perjalanan spiritual. Bisa menjadi suri tauladan untuk semua yg tidak mau berhenti dalam satu kemapanan spiritual. Kesejatian ada dalam dinamika perubahan, berubah dalam perjalanan spiritual, kian hari semakin mendalam dan tinggi tingkat kesadarannya. Begitulah manusia sejati yg sedang mencari kebenaran. Lebih fokus mengkoreksi diri dari pada membaca-baca dan mencurigai org lain. Tah siga nu iyeu, geuningan barudak Sunda anu asli mah. Selalu belajar dan belajar acan anggeus-anggeus we. Ilmuna siga “ngelmu padi”. Semakin tinggi, semakin merendah.

    salam sayang
    salam sejati
    rahayu

  9. 14-05-2009 pukul 14:34

    beratt lagi..
    kenapa tiap sy ke sini yg d bhs berat2 sih??
    otak sy ga nyampee..

    sy ga ngerti knapa ada org mengaku2 takwa..
    lha apa untungnya? *hoho.. sy oportunis skali*
    wong yg nilai takwa itu Si Dia kok, bkn manusia..

    soal sombong dan egois…
    bukannya tdk bergerak sebiji zarrah pun tanpa ijin Allah?

    *nggliyeng2pusing*

  10. 14-05-2009 pukul 17:28

    hmmm (sambil mangut mangut)

  11. 14-05-2009 pukul 19:15

    hehehe.. mbah suwung.. mangut welut nopo manggut2 mbah..? jangan – jangan mangut welut yang di Nggodean niihh..? huawaakakakaaa..ihiik. kalo benar mangut welut uweladhalah ueenak tenan…, makanan kesenengan.., bakal tersaingi semur ati macannya kangboed….huehehehe… dan kolak otak gajahnya mas Gun, heuehehe…ngapunten lhe mbah…? namung guyoon… , ampun dhados pengalih…, punten kangboed.. mugia anjeun sing aya dina panangtayungan Gusti, kumaha kang boed.. Bandung Hujan wae teu.. hehehe.. urang Bandung naroskeun ka Jalmi Bandung… maksadna teh.. Mojang Bandung… pang naroskeun kang .. naon rahsiana mojang bandung teh gareulis…. huehahahahaa…, pantes Bung karno menjuluki Bandung Kota Kembang… hehehhe…,nuhun

    salam sihkatresnan

    Rahayu,.

    • 15-05-2009 pukul 16:54

      diriku mangut mangut biar dikira orang alim wakakaka
      ngak koment yang macem macem

  12. kangBoed
    14-05-2009 pukul 20:39

    @ Kang Mas Sabda Langit
    hmm… terima kasih mas.. saya khan banyak belajar dari kang Mas Sabda Langit nyang baik.. tetapi yaitu die.. gak ngerti ngerti mas.. mudah mudahan.. bisa melangkah gak celamitan aja.. hehehe..
    Salam Sayang
    Salam Hormat
    Salam Taklim

    @ Yoan
    hehehe.. gayanya asyiiiik.. narsis bangeeet.. hihihi.. ada ada saja si mBaaak.. kebanyakan makan opor tumis, ya mpee keliyengan begicuuu..
    waaaaaaaaah.. jangan jangan mabuuuuk karo Gustinee.. semua pernyataannya tepaaat blaaas.. hmm.. *wali lagi nyamar*.. mbaaaak ikuuuuuuuuuut.. hehehe..
    Salam Sayang

    @ Mas Soewoeng..
    yayaya.. ngerti daaah.. biasa lagi Soewoeng.. hehehe.. ikutan manggut manggut juga.. eeenak juga yaaaa.. hihihi..
    Salam Sayang

    @ Mas Hadi Wirojati
    hihihi.. jangan diusilin mas.. nanti kuwalaaat lho.. mBaah Soewoeng entu huebaat sekali.. die manggut manggut lagi suwung mas.. ekstase.. mabuk karo Gustine.. Suwung.. hening.. kosong.. DIAM.. hehehe..
    Hihihihi.. matakna abdi geu beutah jadi urang bandung.. meunangkeun bojo urang bandung.. hihihi.. rahasiana.. waaaaah.. jigana tiap wengi dimandian kembang bandung nu tina tahu tea.. kembang tahu.. hehehe..
    Diantosnya ku simkuring di bumi saenggalna.. hehehe.. bade sirahna hungkul geu teu nanaon.. hahahaha…
    Salam Sayang
    Salam Kangen

  13. 14-05-2009 pukul 21:57

    @mas hadi wirojati
    tenang..tenang..dulu..saya tidak bermaksud memecah antar golongan. Memangnya saya punya kekuasaan untuk itu? Lalu apa untungnya buat saya? Mending mikirin kuliah.

    Jika mas hadi liat blog saya, disitu saya cerita kalau saya sering buka situs2 agama islam,kristen,katolik, tapi hindu dan budha jarang saya lihat blognya.
    Ada salah satu yang menarik perhatian saya dan ribuan orang tentunya. Cerita tentang Paulus F. Tengker(coba anda gogling) mantan pendeta yg masuk islam. Walaupun saya islam, namun saya tak percaya dengan pengakuannya. Bahkan yang kristen pun juga ada yang tidak percaya. Karena ajaran kristen yang dia pelajari sangat berbeda dgn kristen sejati. Teman2 saya banyak yang kristen, jadi saya tau cerita yang disebarkan itu fiktif.
    Bahkan ketika ada org bernama sangkebenaran,saya tidak langsung percaya. Ketika saya search google, bnyk blog yang dia kunjungi dan menulis komentar berisi hadis palsu. Dari sini ketahuan sangkebenaran adalah anti islam dan bermaksud memecah belah saja.
    Saya berteman dgn siapa saja, agama apapun dan suku apapun. Kalo saya membeda2kan orang, ngapain saya muncul disini? Mbak kangboed kan suku jawa, betul ga?

  14. 14-05-2009 pukul 23:57

    pamuji rahayu…

    kang fitri.. saya ndak bilang begitu lhooo, coba deh dikerlingkan dikit indahnya pandang matamu… hehehe…, aku cuma bilang… ( weh.. kang fitri keras… hehehe ) gitu thok…, betul apa kata kang fitri.. , kita semua sama . walaupun beda cara pandang, beda dalam segi apapun kalo kita bersama jadi mesra … indah dan duuuhhhh… Gustiii.. ternyata kalo kita banyak saudara dimana mana jadi tentram.., daripada banyak musuh.. mau keluar wah dimana mana musuh…, ngumpet aja ach…, hehehe.. tapi ngumpetnya ditempat terang… daripada ditempat gelap nanti dientub kalajengking ndak tau… huehehe… jangan mrengut ya kang… kalo saya salah persepsi ke kang Fitri.. mohon maaf… mohooon sekali.., kita jalin kemesraan dan azas kebersamaan, mari kangmas fitri jabat tangan saya…, kita rasakan dalam sanubari kita, betapa kita sayang semua saudara setanah air kita tercinta.

    terima kasih.., mohon maaf ya kang Fitri,

    salam sihkatresnan,

    kangboooooeeed… kumaha ieuuuuuu…abdi nuhunkeun dihapunten…,

  15. 15-05-2009 pukul 00:21

    pamuji rahayu..

    maaf kangboed.. saya jadi ndak enak hati… hehehe…, setelah saya buka blognya kang Fitri.. ternyata fitri itu.. Mbak, ( Hawa ) hehehehe.., maaf ya mbak Fitri.., tapi saya coba komentar di blog panjenengan ndak masuk2 .. apa saya yang bodoh yaa.. hehehehe.., maaf klau selama ini saya panggil sampeyan dengan panggilan Kang.., terima kasih kangboed.. numpang nulis…

    salam sihkatresnan

    rahayu,

  16. 15-05-2009 pukul 01:00

    Ya…ya…ya…sangat benar sekali saudara2ku…!!!

    Sungguh banyak sekali yang terjebak dengan kata “TAQWA” dengan pemahaman yang “TERBATAS”. Bagaimana bisa di katakan TAQWA dengan sebenar2nya TAQWA apabila masih di batasi oleh “KEPATUHAN”, bukankah kepatuhan itu di sebabkan karena adanya tuntutan..??? Tuntutan Hati karena di landasi oleh ketakutan2 yang akhirnya menimbulkan KEPATUHAN, harapan2 akan sesuatu juga pada akhirnya menimbulkan KEPATUHAN, dll……….dll………dll

    Dan dalam CINTA tidak ada ketakutan dan kekhawatiran serta tidak ada Duka Cita …karena sudah biasa di jalaninya… (Siapa… Takuuut..????)

    Jika KEPATUHAN itu di landasi oleh CINTA yang demikian…., maka Lihatlah…akan tiba saatnya “BUNGA MAWAR MERAH AKAN BERSEMI DI UFUK SEBELAH TIMUR” dan menebarkan Bau Harum yang sangat semerbak ke seluruh Penjuru Dunia…..

    Itulah… Aplikasi dari pada Taqwa sebenar2nya Taqwa.

    Ma’af….kangboed!!!, jika komentarnya ngelantur dan tidak jelas, sebab nulisnya sambil tertidur2…hehehe…*lelah MODE ON*

    Salam Sayang selalu utk KangBoed juga saudara2 yang lain….

  17. mujahidahwanita
    15-05-2009 pukul 03:44

    Dalam Hadits Qudsi dikatakan :
    “Jika engkau datang kepadaKu dengan Ilmumu…., maka akan kutuntut Ilmumu itu…seberapa banyak sudah engkau menuntut Ilmu”
    “Jika engkau datang kepadaKu dengan Amal Ibadahmu…., maka akan Kutagih Amal Ibadahmu itu, seberapa banyak engkau sudah beramal ibadah”
    “Jika engkau datang kepadaKu dengan Ma’rifatmu…, maka akan Kutanyakan juga Ma’rifatmu itu…., seberapa jauhkah sudah engkau berma’rifat kepadaKu”
    tetapi………

    “Jika engkau datang kepadaKu seorang diri tanpa apa2 yang menyertaimu, berserah diri sepenuhnya kepadaKu…, maka ketahuilah olehmu, bahwa dirimu terlebih utama bagiKu dan “AKU” lah yang akan mendatangimu….
    Dalam hal menuntut ilmu. bukan karena diri kita sendiri kita bisa menuntut ilmu melainkan karenaQudrat Iradat Allah lah kita bisa menuntut ilmu…
    Begitu juga dengan berma’rifat. kita tidak bisa berma’rifat kepada Allah dengan diri kita sendiri melainkan karena Qudrat Iradat Allah lah kita bisa berma’rifat
    Jika sudah sadar akan ke Laa Hawla…….., maka itulah yang dikatakan Tuhan tadi : Jika Engkau datang kepadaKu seorang diri tanpa sesuatu apapun yang menyertaimu. maka ketahuilah bahwa dirimu terlebih utama bagiKU, dan AKU lah yang akan mendatangimu…..

    Salam Damai penuh Cinta di dalam Kasih Sayang Allah untuk kita semua…

  18. 15-05-2009 pukul 07:56

    @hadiwirojati
    ya.ya.ya.anda ga salah apa-apa kok…
    mungkin saya salah baca dan salah kirim komentar..maklum dari hp soalnya saya ngetik komentar..

    mengenai perpecahan golongan..itu saya tujukan buat mbak kangboed…

    mengenai kesulitan mengirim komentar di blog saya, terus terang sayapun juga kesulitan. kalau mau lebih gampang pakai anonim saja. nama ditulis dikomentar saja.

    atau bisa tanya sama ratunya komentator yaitu mbak kangboed aja deh….

  19. 15-05-2009 pukul 08:21

    gengamlah derita samsara & juga sinar mentari kesadaran
    maka seorang satria mampu membuat secangkir teh
    ..
    ..
    dalam jebakan dosa
    pula dalam iman & takwa
    ke-aku-an selalu mencari tempat
    ..
    ..
    Salam sayang Kang
    Jalan hidup kita sudah didiktekan sesuai peta
    & kita tercampak dalam kalkulasi kehidupan

  20. 15-05-2009 pukul 08:30

    Blogny akeren, isinya mantap, penuh dengan pencerahan..
    Sebagai newbie dalam perblogeran saya turut senang..
    Terimalah salam perkenalanku…

  21. 15-05-2009 pukul 11:43

    takwa menika rak tatag kuwawa mangreh nepsu lan hawa. rumaos takwa menika tegesipun dereng takwa. langkung sae rumaos nista kemawon… *sluman slumun slamet*

    • kangBoed
      15-05-2009 pukul 12:04

      hmm…..
      kangen neeeh..
      jabaaat tangan..
      salam salaaam..
      peluuk eraaat..
      ciuuman.. *hueeeeeeektzzz*
      hehehe.. saudaraku nyang baek ini.. sedikit kata katanya tapi maknyuuuuuuussssssss.. hihihi
      Salam Sayang
      Salam Taklim

  22. kangBoed
    15-05-2009 pukul 11:57

    @ Mas Fitrie
    hehehe… sudahlah peaceeee… damaiii.. hihihi.. Mas Fitrie ini baik sekali koook.. saya melihat banyak sekali perubahan dari beliau ini.. *Aslinya Muncul*.. hehehe.. kemaren khan sekedar berperan dan bermain saja.. mudah mudahan Mas Fitrie semakin berkenan untuk bergandengan tangan dan saling berbagi saling mengisi saling mencerahkan.. sebagai bekal untuk kita masuk kedalam diri..
    hehehe.. iyaaa tuh.. mas kadang dah cape cape ketik.. eeee.. hilang.. waduuuuh.. susah bener.. tulis komennya. hehehe..
    Salam Sayang

    @ mas Hadi Wirojati
    hehehe.. tenaaang maas.. sabaaar.. hihihi.. saya sama sekali tidak terganggu kok.. malah saya senang sekali kedatangan mas Hadi yang bageur pisan.. hehehe.. mas Fitrie ini juga baik lho mas Hadi cuma biasa suka pura pura.. menyembunyikan aslinya.. hehehe.. pokoknya kita santaaaaaaaai aja maaas.. gak usah sungkan sungkan.. pokoknyaaa bebaaaaas.. hehehe..
    Mas Hadi Wirojati saya tertarik sekali dengan tulisan sampeyan.. hehehe.. harap diperjelas dan diterangkan.. yayaya.. “Bersembunyi di tempat Terang ??”.. silahkan mas Hadi.. jangan ragu.. kita tunggu pencerahan dari panjenengan *Muka Melas ON*..

    @ Pengembara Jiwa
    hehehe.. mBaaaah PJ apa sih nyang engga buat sampeyan?.. hihihi.. apalah artinya hidup ini tanpa cinta.. kita semua ada disini.. hidup.. melangkah.. bekerja.. berumah tangga.. dan semua aktivitas kita di sini karena CINTA dari Sang Maha Pencinta.. yayaya.. eksitensi kita adalah dari CINTA.. maka.. hanya yang menyadarinya dan melandasi setiap lakunya berdasarkan CINTA.. hmm.. sungguh dahsyaaat ruaaar biasaaa.. hidup dalam pelukan CINTA dari Sang Maha Pencinta..
    Sampai tiba saatnya nanti sang pencinta dan yang dicinta bertemu.. berhadapan.. bertatap muka.. hilang sudah.. lenyap sudah.. mana yang dicinta dan sang pencinta.. hanya satu yang dibalik segalanya.. sungguh ruaaar biasa jalan cinta ini.. yayaya.. kita tetap menjadi kawulo yang berusaha manembah sejati…
    Salam Sayang
    Salam Taklim
    Salam Hormat

    @ Mujahidah Wanita
    hmm.. jadi ingat lagunya Ebiet G. Ade.. Kita mesti telanjang dan benar benar bersih.. suci di dalam lahir dan bathin… hehehe..
    hmm.. satu pemaparan nyang luar biasa dari mBaak Yu nee.. sudah saatnya kita semua mengerti dan menyadari semua berasal dari ALLAH.. setiap kebaikan kita hanya berasaaal dari kebaikanNYA.. setiap langkah spirituil kita adalah karena kebaikan dan anugerahNYA semata.. sehingga semakin terasa kita ini semakin kecil saja di hadapanNYa.. sampai akhirnya.. bertemu dengan sejatinya penyerahan diri.. sejatinya laa Hwala walla quwata.. hmm.. sungguh satu perjalanan pemurnian yang indah.. membuat hidup.. semakin hidup dan tambah hidup.. hehehe..
    Salam Sayang
    Salam Taklim

    @ mas Tommy
    hmm.. kemana saja maaas.. rasanya dah kangen nih.. sibuk sekali yaaa mas Tommy.. hehehe.. apa yang harus dikatakan semua berjalan bukan karena kehendak kita.. hanya tarikan dan rengkuhan yang kuaaat saja.. hmm.. sedangkan diri ini hanyalah sibodoh dan tolol.. yang berusaha merangkak mengikuti.. kehendakNYA dan jalinan cerita yang sudah dirangkaikan.. walau tersaruk saruknya sang diri.. tetapi.. sungguh indah dan luar biasa.. tiada yang mengerti arti sebuah penyerahan diri sejati jika tiada mengalaminya.. ya saudaraku..
    Salam Sayang
    Salam Taklim
    Salam Hormat

    @ mas Her..
    Salam kenal.. mas Her.. mudah mudahan bisa terjalin persahabatan yang indah dan mesra.. dalam saling berbagi dan saling mengisi.. mari kita tebarkan bersama perdamaian dalam cinta dan kasih sayang.. semoga kita bisa bergandengan erat..
    heheehee.. sama sama new bie mas baru 2 minggu ngeblong hahaha..
    Salam Sayang

  23. 15-05-2009 pukul 20:04

    pamuji rahayu…

    lhooo.. mbah suwung , # mangut – mangut # lagi.. apa kesenangan mbah suwung masakan mangut ya…., lha kalau ikan mangut, belut mangut,macem macem mangut, uenak.. aromanya sangit – sangit gurih.. hehehe…,mohon maaf ya mbah cuma kepingin guyon mawon, pripun khabare.., sampun pinten – pinten dinten mboten tansah ketingal… napa nembe repot njih..? matur sembah nuwun..,

    kangboed .. punten .. guyon sama mbah Suwung,. tapi kalo di lihat lha mbah suwung namung mesam mesem wae.., sesekali berdehem berdaham berdahim dan berdahum.., sambil njepit udun.. eh udud,heuhehehe…, punteeeennnn pisan.

    salam sihkatresnan

    Rahayu…,

  24. kangBoed
    15-05-2009 pukul 20:40

    @ Hadi Wirojati
    hehehe… hati hati maaas si mBah suwung awang awung wungwang.. hihihi..
    Mas Hadi Wirojati saya tertarik sekali dengan tulisan sampeyan.. hehehe.. harap diperjelas dan diterangkan.. yayaya.. “Bersembunyi di tempat Terang ??”.. silahkan mas Hadi.. jangan ragu.. kita tunggu pencerahan dari panjenengan *Muka Melas ON*..
    Salam Sayang
    Salam Taklim

  25. 15-05-2009 pukul 20:59

    Beh..beh…
    Beberapa hari ini gak bisa sambang sedulur, ternyata Kang Boed tambah JOS GANDHOS…
    Konsep TAQWA yang telah diulas sungguh merupakan CERMINAN daripada LAKU danh LAKON GELAR~GULUNG dalam aksi, tindakan dan perbuatan dalam wujud karya nyata perjalanan kehidupan dan penghidupan.

    Jika Kang Jenang, mengistilahkan bahwa TAQWA adalah merupakan manivestasi untuk ” MANGREH HOWO NEPSU ” sebuah terminologi yang umum dalam khasanah KEJAWEN. Penetrasinya adalah sebuah LAKU PUASA pada tataran PUASA RAGA, JIWA, CIPTA dan RASA. Seseorang dikatakan KUWOWO MANGREH HOWO NEPSU, jika dalam kehidupan dan penghidupannya mampu MEMAKNAI dan MEMAHAMI akan INTI SARIPATI daripada LAKU PUASA.

    Puasa merupakan upaya untuk mengekang segala keinginan kita yang tak terkendali, baik yang melalui fisik maupun psikis. Tidak makan dan minum serta bersetubuh dalam waktu tertentu dimaksudkan untuk mengendalikan keinginan kita yang berlebihan. Dalam puasa hati kita harus dibersihkan dari berbagai kotoran batin seperti kekesalan, kekecewaan, dendam, iri hati, kebencian dan segala ucapan yang sia-sia. Puasa juga berfungsi untuk meredam segala keinginan yang bersifat “ batiniah “.Kembali pada masalah PUASA, hakikat puasa adalah KEJUJURAN dari si pelaku puasa itu sendiri. Tulus tampa pamrih adalah wujud kejujuran seseorang. Orang yang jujur adalah orang yang BERANI MEMBUKA TOPENG dirinya sendiri, orang yang berani MAWAS diri, bukan sekedar memperelok diri tetapi BERANI MELIHAT segala KEKOTORAN yang melekat di HATINYA.

    Tujuan puasa adalah “ menjadi orang yang BERTAQWA. Orang yang senantiasa menjaga dirinya pada jalan yang benar. Orang yang senantiasa mengawasi dirinya sendiri. Orang yang berani membuka kedoknya sendiri. Orang yang mampu mengendalikan EGONYA.

    Puasa adalah sarana untuk menahan HAWA NAFSU. Hasil puasa yang benar adalah menjalani kehidupan dengan tenang, tidak emosional. Dalam pengetian puasa tercakup juga upaya-upaya untuk menahan hawa nafsu dalam hidup sehari-hari. Usaha untuk mewujudkan perilaku yang MAKRUF dalam kehidupan.

    Muaaaaaaaaaaaaaannttttaaaaaaaffff….Kang Boed

    DAMAI DIHATI…DAMAI DIBUMI…

    Salam…Salim…Rahayu….

  26. 15-05-2009 pukul 22:13

    sungguh kang boed, tulisan ine mrefeleksikan nilai2 ketaqwaan yang selama ini terlalu diagung-agungkan hingga akhirnya merasa dirinya orang yang serba paling. yang lebih repot suka mengklaim orang lain sesat dan tal memiliki nilai2 ketakwaan. terima kasih pencerahannya!

  27. 16-05-2009 pukul 09:54

    @mbak kangboed

    Aslinya muncul????

    Maksudnya???

    Saya banyak berubah???

    Maksudnya???

  28. kangBoed
    16-05-2009 pukul 12:03

    @ mBaaaah Santrii Gunduuul
    hmm.. akhiiiirnyaaaaaa.. kemana sajaaa mBaaaah dah lama nih rasanya dah bertahun tahun gak ketemu.. waaah kangen nih cup cuup cuuup.. celepoooot..
    Sungguh pemaparan yang sangat ruaaaar biasaaaa.. muanteb suranteeeebs.. banyak yang lupa untuk terus memacu melatih diri.. akhirnya diri semakin terbuai dan lepas kendali.. bagi yang mengerti dan bijaksana.. mereka melatih kepasrahan diri.. penyerahan diri.. penyangkalan diri.. sehingga semakin lenyaaap dalam pelukanNYA.. begicuuuu yaaa mBaaaaah.. hehehe.. glesooot.. simpan kepala di pangkuan si mBaah.. uadeeem tenan reek.. bobo aaaaaah…
    Salam Sayang
    Salam Taklim
    Salam Kangen
    Salam hormat

    @ mas sawali tuhusetya
    yayaya… mudah mudahan bisa mengingatkan bagi kita semua ya maaas.. terutama buat saya sendiri agar tetap Eling dan Waspada.. ma kasih mas bersedia mampir.. mudah mudahan makin sering kesini *Muka Melas ON*.. hehehe..
    Salam Sayang
    Salam Taklim

    @ mas Fitrie
    Mas Fitrie yang baiiik.. hehehe.. bener lho mas.. semakin tenang.. mengalir.. berbagi ketentraman dan persaudaraan.. hehehe.. dalam Cinta dan Kasih Sayang..
    Salam Sayang
    Salam Taklim

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: