Beranda > Renungan, syukur > CAHAYA SYUKUR Seorang Kakek Tua

CAHAYA SYUKUR Seorang Kakek Tua

Hmm.. suatu hari.. ketika itu sudah sore.. langit cerah… weleh weleeeeh gaya beneeer.. yaaa.. hihihi.. saya dan ki awing sedang berjalan.. tiba tiba… ki Awing tertegun dan terdiaaaam.. katanya… sungguh luar biasa cahaya  marifat orang itu… sambil tangannya menunjuk… seorang kakek tua pedagang es goyobod… ooo… saya akhirnya ikut bengong memandang… *manggut manggut*… alias tidak mengerti…

Akhirnya kita berdua membeli es dan mengajak bicara kakek tersebut… eee… ternyata kakek tadi sudah mau pulang dan kami di ajak bertamu kerumahnya… hehehe… susah yaa cerita itu *jangan diketawain*… singkat cerita… *udahan yaaa*… hihihi… Sesampainya dirumah si Kakek tadi… kami kaget ada dua mobil keluaran baru terparkir di depan rumahnya… eee… kakek tersebut seperti mengerti keheranan kami berdua… ayo masuk keruang shallat mas biasa anak cucu kakek sedang main.. mari… katanya…

Hmm.. satu ruangan sederhana… asri dan dingin.. akhirnya kami duduk dan mulai berbicara :

A      : Kiii… kenapa aki masih dagang diusia setua ini…

Aki   : hehehe… mas… aki dah biasa begini.. apalagi nenek dah gak ada… kalau diam rasanya badan ini sakit semua…

A       : teruuus.. khan anak aki dah hebat hebat yaaa…

Aki   : Allhamdulillah mas… ya.. anak aki dah mandiri.. semua dah punya rumah sendiri..

Singkat cerita :

A      :  Aki mohon maaf yaaa… tadi saya diperlihatkan satu penglihatan… cahaya ma’rifat aki yang luar biasa terangnya dan mencorong indah dan luaaar biasa ki… boleh kita tahu ritual yang biasa aki lakukan setiap hari…

Aki   :  hmm… cahaya apa yaaa… aki gak mengerti yang begitu begitu… aki mah bodo… gak bisa apa apa…

A      :  *bingung*.. geleng geleng kepala… aaah masa aki terlalu merendaaah…

Aki   :  beneer mas.. aki bodo.. gak mengerti apa apa… hanya shallat saja…

A      :  ooo… kalau begitu apa yang aki baca… *tambah penasaran*…

Aki   :  waaah.. apalagi mas… aki tahunya bacaan shallat saja…

A      :  akhirnya kami terdiam *manggut manggut*.. eee.. kiii kenapa sajadah di sini kok ditumpuk begini dari yang besar ke yang kecil… berapa tumpuk kiiii…

Aki   :  ya, mas tujuh lapis mas… sebagai pertanda tujuh lapisan… yayaya… bumi… langit… bahkan diri kitaaa…

A      :  *naaaaah akhirnya*… terus sebenarnya bagaimana yang aki lakukan… ada ritualnyakah.. atau ikut tarekatkah… atau kebatinankah… atau apa kiii… tolong dijelaskan… *Muka Melas Mode ON*…

Aki   :  sebenarnya aki malu mau cerita juga… tapi karena mas paksa paksa terus… yaa sudah aki cerita… tapi jangan di ketawain…

A      :  yayayaya… *semangat 45*…

Aki   :  terdiam sejenak… *merenung kali*… yayaya… aki dari muda seumur kalian dulu… hanya mencoba belajar sabaaar… dalam segala hal… ikhlas dan ridha dalam menjalani kehidupan.. sesulit apapun aki dan nini dulu tetap tersenyum.. dan selalu belajar bersyukur walaupun kadang sulit maaas… dan benaaar maas dalam ketenangan dan kepasrahan hidup… aki dapat belajar banyak hikmah hikmah dalam perjalanan hidup dan pengalaman aki sendiri… kadang sakit sekali eee… akhirnya indah luar biasa…

A       :  *masih penasaran*… terus ritual yang dilakukannya apa… kiiii…

Aki   :  ritual apa yaa.. perasaan aki gak pernah ritual…

A       :  *manggut manggut*… terus yang biasa aki kerjakan apaaa…

Aki   :  ooo gitu mas… sebenarnya aki gak pernah melakukan apa apa… tapi sudah tujuh tahun ini sepeninggal nenek… aki tiap malam hanya duduk merenungkan kebesaranNYA… terus aki shallat tahajud… setelah itu aki hanya duduk diam… mencoba mensyukuri semua yang aki terima hari ini… satu persatu aki ucapkan… sampai tak terasa adzan subuuuh… begitu saja maaas… selama tujuh tahun ini aki hanya duduk tiap malam disini diatas sajadah iniiii… semua perasaaan aki rasa syukur aki aki tumpahkaaan… semua kepasrahan aki serahkan… aki hanya menangis.. menyadari dan mensyukuri nikmat yang aki terima… yaaa hanya itu maaas… hanya itu saja…

A       :  *terbengoong.. diam*..

Aki   :  Sebenarnya aki malu mau menceritakan ini… karena aki bodoh sekali.. bahkan aki hanya mengerti ayat ayat al’quran yang biasa dipakai shallat saja… malu nak…

A      :  waaaah pengalaman yang luar biasa ki… terima kasih banyak.. aki mau bercerita..

Akhirnya kami pamitaaaan…

Hmm… luar biasa… pencapaian seorang anak manusia… padahal hanya seorang kakek tua sederhana, seorang pedagang es goyobod…  tidak mengerti macam macam… hanya berusaha  menyadari keadaan dirinya… selalu pasrah dalam ketiada berdayaan *laa hwalla walla quwata*… menjaga ketenangan jiwa… Eling dalam kesadaran…Waspada dalam melangkah dan mengambil hikmah perjalanan.. belajar sabar… ikhlas… ridhaaa.. tawakaaal… dan bersyukur senantiasa… bahkan setiap malam… yayayaya…setiap malam tak pernah lupa  duduk diam dalam tangis ucapan syukur… bahkan dia syukuri satu persatu NIKMAT ALLAH selama sehari itu… yang walau bahasanya bahasa sendiri… tetapi… TASTEnya… yayaya… TASTEnya telah didapatkan… sehingga cahayanya ruaaaaaaar biasaaaaaaaa.. jarang sekali kita temukan… bahkan alam semestapun merespons luar biaaasa…

Mudah mudahan.. kisah ini dapat kita ambil hikmahnya.. untuk bekal perjalanan kita selanjutnya.. semoga bermanfaat….

Salam Sayang…

Salam Hormat…

Salam Taklim…..

Tulisan yang berhubungan : Nikmat ALLAH yang Pertama dan Terutama , Cinta Sejati… , Mendaki Getar Cinta….. , HATI ibarat CERMIN

  1. 16-05-2009 pukul 08:22

    ikhlas, pasrah, ridha, syukur, tawakal…
    kata2 yang mudah dibaca, sering diucapkan, sering didengar, mudah ditulis, …
    namun sangat sulit dicerna dan bahkan salah mencerna, maksudnya menggunakan pencernaan yang mana…
    salah seorang psycho-analyst(maaf lupa namanya) mengatakan/menulis begini : “manusia adalah binatang plus”..?
    dari ungkapan tsb saya mencoba membuat pembagian zona bagian-tubuh, ternyata NILAI-PLUS manusia adalah dibagian atas-perut terus keatas sampai ke ubun2, sedangkan mulai perut kebawah adalah persis sama dg binatang, maksudnya fungsi2 organnya…
    Kembali ke NILAI-PLUS manusia, organ yg berperan dominan adalah hati dan otak…
    Dua organ inilah yang berperan sebagai ‘organ-pencernaan’ bidang/matra religius atau SANGKAN PARANING DUMADI…

    Selanjutnya…mari kita CERNA/RENUNGI bersama
    Walah..weleh.. Wong Samin berteori muluk2… kata penjual minuman, teori saya sangat sederhana kok mas… Tapi ya maaf mohon maklum teori pedagang minuman. Jelasnya begini <minum coca-cola, dimana-saja, kapan-saja, menghadap kemana saja, sampai habis tetes terakhir, terserah mau berapa rekaat..eh maaf..berapa teguk tidak perlu dihitung…..

    Sumonggo…Rahayu…

  2. Rasyeed
    16-05-2009 pukul 08:24

    Hmm.. Terima kasih banyak atas ceritanya KangBoed.. Its means so much for me, deeply..

  3. 16-05-2009 pukul 09:08

    Kalau boleh tau ketemu dimana sama kakek tua itu?

  4. 16-05-2009 pukul 10:37

    Kisah Hidup yg bagus,Paradoksal dgn kebanyakan orang di jaman sekarang, yg setiap saat selalu meminta dan meminta dalam doa. Saat sembahyang, saat berjalan, saat malam hari, siang hari tiada terputus berdoa memohon-mohon kepada tuhan. Mentang-mentang menganggap tuhan tempat meminta. Lantas kapan manusia akan LEBIH PANDAI BERSYUKUR, mensyukuri segala nikmat dan anugrah tuhan yang setiap DETIKnya telah kita terima dan rasakan. Walau begitu, masih saja tanpa malu manusia selalu merasa diri sudah beriman dan takwa. pandai sekali mengukur keimanan dan ketakwaan dalam diri. parameter apa yg dipakai, sehingga tahu berapa persen keimanan kita. Kiranya Hyang Manon (maha tahu) yang bisa menakar keimanan dan ketakwaan setiap makhluk. Sebab, keduanya ada tersembunyi jauh di lubuk hati. Yang sulit dibedakan mana hawa nafsu negatif, mana kehendak jasad, dan mana kehendak RAHSA SEJATI.

    salam sayang, salam sih katresnan
    adimas anu kasep..dan semua saudara2 di sini semuanya.. terus karasep salamina
    nuhun
    salam sejati
    Rahayu

  5. 16-05-2009 pukul 10:54

    hebad dengan bersyukur menambah nikmat
    salam soewoeng

  6. 16-05-2009 pukul 10:55

    mas boed
    jawaban dirimu di blog tebak tebakan bener
    diriku mau kasih link… tapi di link dulu ya bos blogku disini
    kalo udah kasih tau diriku ya bos
    makasih

  7. kangBoed
    16-05-2009 pukul 12:38

    @ Mas Sikap Samin
    Jelasnya begini >>
    tetapi alam semesta meresponnya sungguh ruaaaaaaaaar biasaaaaaaaa… dia tidak mengerti ilmu… meditasi… semedi… zikrullah…. Hmm… tetapi dahsyaaaaaaat… jika TASTEnya sudah ketemu…
    Salam Sayang
    Salam Taklim
    Salam Hormat
    Salam Sejati

    @ Suwung
    hehehe… asyiiiiiiiik… horeeeeeee… pintar juga yaa… hihihi… tapi tetap OON sur OON… alias GAPTEK habis mas… harus nunggu Koordinator Lapangan… Mas Lambang nyang guanteeeeng… biar masukin nama ke blog rooolll… hihihi… malu dah… maklum OON… pokoknya secepatnya saya berhasil menghubungi sahabatku saya meluncur langsung ke TKP… hehehe…
    Salam Sayang
    Salam Taklim

  8. kangBoed
    16-05-2009 pukul 12:40

    @ Rasyeed
    hmm… selamat datang saudaraku.. di gubug reyot ini… semoga kita bisa saling berbagi dalam Cinta dan Kasih Sayang… silih asah.. silih asuh… silih asih… sering sering mampir ya baaaang.. *Muka Ngarep*… hehehe…
    Salam Sayang

    @ Mas Fitrie
    hehehe… Mas Fitrie yang baik… nanti saya kenalin yaaaa… kalau mas fitrie ke Bandung… tapi katanya sih sudah pindah kekampung… masih sekitaran juga sih… sekarang bercocok tanam… hihihi
    Salam Sayang
    Salam Taklim

    @ Kang Mas Sabda Langit
    Benaaar Kang Masku sayang… sungguh ada banyak hal yang adhimas petik dari pertemuan tersebut… dan ini jadi perhatian adhimas sampai sekarang… dan yang terpenting ritual sederhana…
    aki tiap malam hanya duduk merenungkan kebesaranNYA… terus aki shallat tahajud… setelah itu aki hanya duduk diam… mencoba mensyukuri semua yang aki terima hari ini… satu persatu aki ucapkan… sampai tak terasa adzan subuuuh… begitu saja maaas… selama tujuh tahun ini aki hanya duduk tiap malam disini diatas sajadah iniiii… semua perasaaan aki rasa syukur aki aki tumpahkaaan… semua kepasrahan aki serahkan… aki hanya menangis.. menyadari dan mensyukuri nikmat yang aki terima… yaaa hanya itu maaas… hanya itu saja…
    tetapi alam semesta meresponnya sungguh ruaaaaaaaaar biasaaaaaaaa… dia tidak mengerti ilmu… meditasi… semedi… zikrullah…. Hmm… tetapi dahsyaaaaaaat… jika TASTEnya sudah ketemu…
    Salam Sayang
    Salam Taklim
    Salam Hormat
    Salam Sejati

  9. 16-05-2009 pukul 13:19

    ternyata kita sama sama gaptek

  10. 16-05-2009 pukul 13:24

    lapor dah diriku kasih di blog rool

  11. kangBoed
    16-05-2009 pukul 13:41

    *geleng geleng*.. jaman makin maju.. makin banyak juga nyang endablek.. hehehe.. kaya saya ini.. hihihi..
    Salam Sayang..

  12. 16-05-2009 pukul 15:24

    pamuji rahayu..

    salam buat mbah suwung.., kangboed, kangmas sabdalangit, kang sikepsamin, kang (mbak ) Fitri, bung Rasyeed,.. sudah kumpul disini rupanya.., saya ketinggalan.., maklum kangboed saya lagi.. bersihin kekotoran hehehe.. alias mandi dulu.. hehehe . habis semalam ngancani kangboed.. eeehh malah ditinggal manekung…hehehe.. ,

    iya.. syukur atas nikmat.., menikmati atas nikmat, terima kasih atas nikmat, sabar sareh. lila legawa dalam menjalani hidup, mengungkapkan rasa nikmat dalam keheningan disaat air tidur,disaat meahluk terlena mimpi.., ada dewa nyangking bokor kencana isine donga tinulak.., ( malaikat rahmad keliling mencari hamba yang sedang menikmati dan syukur atas nikmat yang diberikan dalam keseharian ) tidak tidur hatinya, qolbunya.., nafasnya mengucap lafad rasa.., ooohhh.. ternyata pahit, getir, suka duka.. itu nikmat dirasa.., hamba yang sadar akan keterbatasannya…, hanya bisa berucap, merasa dan menikmati apa yang diberikan Hyang Maha Wikan.., hamba tidak minta Gusti.. nanging Gusti memberi.., hamba tidak memangil-Mu tapi merasa-Mu terpanggil….

    salam sihkatresnan para kadhangku.. keseharian kita tansah karaharjan,

    Nuwun..,

    Rahayu..,

  13. 16-05-2009 pukul 20:13

    ya Allah… subhanallah…
    apa harus nunggu tua se-aki2 itu dulu baru bisa kayak aki2 itu ya… *gakjelas*

  14. kangBoed
    16-05-2009 pukul 20:33

    @ Mas Hadi Wirojati
    Benar adanya saudaraku mas Haaaaaadi nyang baik.. sungguh ruaaaar biasaaa.. ucapan syukur yang dilantunkan dan didendangkan dalam kepasrahan jiwa… alam semesta raya ikut berdendang dan bernyanyi.. mengiringi jeritan hati yang tulus ikhlaaas… TASTE.. yayaya… TASTE… luar biasaaaa… Lantunan Rasa dari kesadaran sejati… simple tetapi… woow..
    Salam Sayang
    Salam Taklim
    Salam Kangen

    @ Yoan
    mBaaak Yoan yang baik… terimakasih mbaaaak… atas pencerahannya… *geleng geleng*.. kliyengaaan… sambil manggut manggut bingung… akhirnya jadi nyanyi yuk.. leng geleng geleng… guk angguk angguk… waaah.. hihihi…
    Salam Sayang

  15. 17-05-2009 pukul 04:50

    bener2 ruaarrrr biasa, memang praktek syukur memang sulit…

  16. 17-05-2009 pukul 05:07

    Selagi kita muda dan kuat dan bahagia, apakah di tengah malam dan pada saat fajar menjelang matahari terbit kita senantiasa mensyukuri segala nikmatNya dengan bersujud?😦

  17. 17-05-2009 pukul 09:45

    @Kangboed
    Wea lha dalah…selamat menempuh hidup baru yaa…Kangboed…(manggut-manggut karo ngguyu)
    salam buat Mas G.R.H ditunggu besok…..

    @Sabdalangit
    Mugi tansah wilujeng rahayu kinayungan bejo wibowo mukti.
    semanten ugi kagem sedoyo sanak kadang sinoro wedi ingkang dahat kinurmatan.

    SALAM TAKLIM

  18. kangBoed
    17-05-2009 pukul 10:11

    @ Mas Buwel
    benaaar mas.. karena kita ini sudah terbiasa terbentuk dari dulu inginnya enaaaak terus.. minta teruuus.. gak enak dikiiit ngomel ngomel.. susah dikiiit ngamuk ngamuk yaaaaah.. memang begitu adanya mau bicara apa lagi.. dan ketika kita belajar bersyukur.. sepertinya loncatan besar besaran.. tapi itu hanya pada awalnya saja.. manusia terbentuk dari kebiasaan.. maka mari kita bangun kebiasaan itu sedikit sedikit..
    Salam Sayang

    @ Yari NK
    hmm.. Bang Yari nyang baik.. suatu ajakan yang indah.. selagi muda.. selagi masih kuat.. mari kita selalu ingat dalam sujud syukur.. sediakan dan luangkan waktu tengah malam atau menjelang pagi.. mari kita bangun kebiasaan.. kebiasaan yang ruaar biasa..
    Salam Sayang

    @ Mas Sumego
    huuuuuwaaaakakakak.. hahaha..jangan ragu ragu mas Mego.. ketawanya nyang lepas dunk bila perlu sambil guling guling.. hehehe.. kamana wae si kaseeeeup teh.. dipilarian kamamana teu aya.. nyumput di mana.. hahaha.. sibuk terusnya..
    hmm.. siapa maaas.. Mas G.R.H.. apakah saya kenal *geleng geleng*.. bingung.. kliyengan.. *mateek*.. mabuk keteeek.. hahaha.. sampai besoknya.. tong hilap.. tong seueur ngalamunnya.. hehehe..
    Salam Sayang

  19. 17-05-2009 pukul 10:59

    Maklum sopir tembak Kangboed… jadi ya nggak enak sama nDoro tuan jd Hp sering lupa plus karena kebiasaan disilent. Takut ketauan lebih sibuk bunyi Hp sopirnya dari nDoro tuannya ntar dikirain mau “MAKAR” kan ya repot….apalagi sampek ngakak ntar dikira WUEDAAAN.

    Njenengan niku…. lha Mas Awing itu kan juga Mas G.R.H
    Kan hidup adalah lamunan…. hidup akan lebih hidup dalam lamunan hehehheehhe

  20. 17-05-2009 pukul 11:08

    kalo baca koment membuka hati nambah cerah hati

  21. kangBoed
    17-05-2009 pukul 11:39

    @ Sumego
    hahahaha.. Mas Mego nyang guanteng.. biasanya menurut teori nyaaang beredaaar di jagad raya ini.. *Narsis banget yaa*.. jika hp banyak disilent.. *mode getar on*.. cuma ada duaaaa haaal.. pertama banyak seliiir gendakaaaannya.. *kok mukanya jadi merah*.. kedua kalau disimpan di kantong celana.. memang senang yang getar getar yaaa.. *kok tambah merah mukanya*.. *manggut manggut*.. minta maaf.. sudah kebablasan buka kartunya mas Mego.. *maklum guanteeeng*.. hihihi..
    yayaayaa.. saya tahu maksudnya ki Awing.. cuma singkatan apa tuh kepanjangannya.. hehehe..
    Salam Sayang
    Salam Kasih

    @ Suwung
    hmm.. mudah mudahan mas suwung dapat saling berbagi memberikan ilmu suwungnya.. mari mari.. sudah saatnya kita melangkah dalam kebersamaan dalam perbedaan.. dalam kasih sayang..
    Salam Sayang

  22. 17-05-2009 pukul 12:12

    Wuakakakakaka jadi kelepasan nech ketawanya…Lha wong semenjak MENTARI terbit nggak pernah ganti nomer…
    Hmm…(Kangboed TM mood on) Selir…yayayyayaa bisa bisa bisa tadinya memang selingan//seliran E lama lama kok jd “nggathok/tuman” ditambah penasaran apa sih ilmunya siselir kok bikin saya “kedlarung-dlarung nandhang wuyung mesam mesem jungkir jempalik kesampar kesandung Wis marai wuedan tenan ikii….”
    (mlayu kurungan sarung isin kalah kertu hihi…besok main lagi ya KangBoed)

    G.R.H (Guru Rahsaning Hurip) Walaaah makasaain
    cepetnya ya… Mas GuruH

    • kangBoed
      17-05-2009 pukul 12:59

      hihihi.. yooo wiiis tak tunggu sesoook yaa maas.. hehehe.. jangan ke tempat saya pake saruuung toook yaa maaas.. minimaaal koloraaaan.. hehehe.. ooo.. yayaya.. lupaaaa.. hihihi.. dasar OOn pikun.. hihihi..
      Salam Sayang

  23. 17-05-2009 pukul 13:35

    makasih atas pecerahanya pak

  24. 17-05-2009 pukul 16:09

    pamuji rahayu..

    kangboed .. saya kirim email ke laskarid13 ndak bisa masuk aja kenapa ya..,

    terima kasih..

    salam sihkatresnan

    rahayu…,

  25. kangBoed
    17-05-2009 pukul 16:29

    @ brinet
    Salam kenal mas/mbaak.. mudah mudahan bisa sering mampir sini yaa.. saling berbagi.. saling mengisi.. saling mencerahkan..
    Salam Sayang

    @ Mas Hadi Wirojati
    hehehe.. yayaya.. gak bakalan masuk maaas.. khan dulu dah pernah e-mail.. ada ketinggalan titik tuh.. yayaya.. kurang titik.. *manggut manggut*.. laskar.id13@yahoo.co.id
    okeee !!! saya tunggu e-mailnya maaas.. jangan lupa saya tunggu ya maaas..
    Salam Sayang
    Salam Kangen
    Salam Taklim

  26. 17-05-2009 pukul 17:05

    kangboed, tolong tanyain sama aki tadi dong. gimana caranya belajar ikhlas dan sabar, gimana caranya menyiasati hati…

  27. 17-05-2009 pukul 22:10

    Dibalik selubung iman hanya ada sinar kesatuan antara manusia dengan Tuhan dan sesama.Bukti iman harus bisa diwujudkan secara konkrit dalam sikap membuka diri,menghilangkan sekat2 dan menghindarkan diri dari kekerasan.
    Dalam usia senja ini,kita wajib bersyukur dan menjadi contoh panutan bagi yang muda.

    salam rahayu unt kangboed sklg.

  28. kangBoed
    18-05-2009 pukul 00:32

    @ goenoeng
    waaaaaaah… mas Goenoeng terlambaaat maas.. si aki dah pindah alamat.. dan sayapun baru sekali ketemu..
    hmm… *Narsis Mode On*.. mas Goenoeng jangan jadikan sabar dan ikhlas sebagai tujuan.. yang penting jagalah tetap dalam kesadaran.. sebab semua itu.. adalah buah dari perjalanan malam kita.. *manggut manggut*.. semakin kita pasrah dalam ketak berdayaan.. semakin kita merasa lemah.. semakin kita bersyukur setiap malam dalam tangiiiis penyerahan diri.. aneh ruaaaar biasaaa.. akan terjadi suatu perubahan yang besar.. sangat besar yang kita juga mungkin tidak menyadarinya.. tiba tiba jiwa lebih pasrah.. lebih sabar.. lebih ikhlas.. itulah jalan yang luar biasa.. kekuatan tangis ucapan syukur di malam hari…
    Salam Sayang

    @ Yang Kung
    betul sekali Yang Kung.. terima kasih sekali mau berbagi pencerahan kepada kami yang masih belajar ini.. dari kisah di atas.. ada satu mukzizat besaaar.. bagi kita yang mau bangun di tengah malam.. menangiiis dengan penuh ucapan syukuuur.. berserah diri dalam kesadaran.. sungguh satu penyerahan diri total.. dan alam semesta raya seakan menyambutnya…
    Salam Sayang
    Salam Taklim
    Salam Hormat

  29. 18-05-2009 pukul 10:12

    ya..ya..ya..

    Mungkin untuk memperjelas mulai saat ini panggillah saya dengan sebutan mas fitri, kang fitri, om fitri, sdr.fitri, bapak fitri, mr.fitri, dsb…

    karena…?

    apalah arti sebuah nama..yang penting adalah diri ini..

    ya…walaupun saya perempuan asli, masih normal, dan tidak bla..bla..bla…

  30. 18-05-2009 pukul 15:37

    Salam semuanya…

    dari saya mas fitri…..

  31. 18-05-2009 pukul 17:06

    TEMUI AKU DI http:fifit07.blogspot.com

  32. 18-05-2009 pukul 17:07

    temui aku di klik URL atas.

  33. kangBoed
    18-05-2009 pukul 17:41

    hihihihi… lucuuuuuuu… hehehe… yayaya… mBaaak yuu.. ndorooo putri.. hihihi.. jangan begicuuu yaaa.. santaaaaaaaai.. nyok kita santaaaaaaaaai.. hehehe.. peaceeeeeee.. hehehe..
    Salam Sayang
    Salam Taklim

  34. 18-05-2009 pukul 23:51

    indah
    blogku besok ttg kakek tua juga
    tapi berbeda🙂

  35. 19-05-2009 pukul 00:30

    Rasa syukur tak cukup diucap dari mulut. Syukur harus dimanifestasi dalam perilaku dan perbuatan. tanpa manifestasi maka syukur hanyalah omdo…alias omong doang, lips service, NATO (not action talk only). saya pikir tuhan pun kagak suka umat yg omdo. sebab hakekat hidup bukanlah ada di mulut, namun ia ada dalam setiap laku perbuatan makhluk yg hidup.

    Bagi usia yg sudah uzur, jasad yg sudah tua, tenaga pun sudah renta tak kuasa, wujud syukur boleh jadi melalui perilaku batin (bawa) yang tak pernah enggan menabur segala doa permohonan. namun bukan untuk diri sendiri melainkan untuk anak cucu cicit dan orang-orang yg perlu didoakan. itulah sebabnya; …wong tuwa iku sing mandi sembure, mulo wong enom kudu nyuwun pengestu marang wong tuwa supaya antuk sembur adas” (orang tua itu yg manjur doanya, sebab itu bagi yg muda-muda hendaknya selalu mohon doa restu kepada yg sudah tua supaya mendapat berkah).

    Lain halnya bagi yg masih muda dan yg kuat tenaga dan pikirannya. Rasa syukur hendaknya dimanifestasikan ke dalam perbuatan nyata. umpamaya kita diberikan kesehata, seyogyanya kita bersyukur dengan cara nyata yakni suka menolong, menjenguk, dan membantu moril materiil untuk mereka yg sedang sakit. Umpama kita diberi rejeki yg lapang, hendaknya kita bantu secara materiil bagi mereka yg sedang menderita dan sangat membutuhkan. umpama kita mendapatkan anugrah ilmu sejati, maka kita jangan enggan dan sungkan membagi pengalaman dan ilmu kepada siapa saja yg memerlukan. kita wujudkan rasa syukur kepada siapapun, jangan pernah pilih kasih hanya kepada orang yg suku bangsanya sama, yg ajarannya sama, agamanya sama. bukankah tuhan tak pernah pilih kasih kepada semua makhluk.
    …sekedar ANEKDOT..tuhan tidak pernah pilih kasih mencurahkan segala anugrah dan nikmat kepada seluruh makhluk ciptaanNya, sekalipun BINATANG tidak memeluk satu agamapun alias tak beragama apapun, namun tuhan tetap memberikan hukum alam yg seadil-adilnya kepada kaum binatang. begitulah Tuhan maha adil dan penyayang. namun kenyataan mayoritas MANUSIA AGAMIS pun tak mampu melakukan itu semua.

    Pada intinya; bersyukur harus sinkron dan kompak antara HATI, UCAPAN, PIKIRAN, PERBUATAN. dan jangan pernah pilih-pilih dan pilih kasih dalam melakukan kebaikan. begitulah kira-kira bila kita mau menggapai kesejatian spiritual, khususnya untuk urusan syukur mensyukuri nikmat dan anugrah tuhan. itupun bila sepakat, jika pun tidak, cukup abaikan saja celoteh “keledai” ini.:mrgreen:

    salam sejati, salam sayang buat semua pembaca yg budiman. dan makasih berat buat adimas yg telah melampirkan wacana dikusi yg begitu berarti ini. tetap cageeuuuur dan bageeuuur… tong embung masehan sinau ka sadayana.

  36. kangBoed
    19-05-2009 pukul 00:50

    @ Mas Achoey
    hmm.. meluncur ke TKP mau nengokin si kakek mudah mudahan saya didoain *ngarep*.. eee.. ditarik bajunya.. ooo.. yayaya.. sampai ketemu besoooooooook.. kakeknya belum datang.. hahaha..
    Salam Sayang

    @ Kang Mas Sabda Langit nyang guanteeeng
    waaaaaaah.. dah kehabisan kata.. sudah habis diborong semuanya blas blaas blaaas.. cuma kebagian.. *manggut manggut*.. pura pura mengerti.. tetapi pesan kang Mas Sabda Langit ini sungguh ruaaaaaaaar biaaaaaasaa.. sebuah ajakan bagi kita kita semua dan para sedulur.. untuk mulai melangkah dalam karya nyata.. dalam “SPIRIT ISLAM”… sebagai “RAHMATAN LIL ALLAMIN”.. mari mari kita semua tebarkan RASA CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG DALAM PERBEDAAN… sebagai bukti SUJUD SYUKUR kita semua kepada Sang Maha Pencipta.. Subhanallah.. sungguh indah dan nikmatnya hidup dalam kebersamaan..
    Mari kita simak pesan Kang Mas Sabda Langit kakakku terchuayaaank.. hingga terciptanya kerukunan dan kedamaian sebagai sesama umat ALLAH..
    Salam Sayang
    Salam Hormat
    Salam Taklim
    Salam Sejati

  37. 19-05-2009 pukul 06:25

    Mata memandang, telinga terpasang, kaki mengais, tangan mengepal, bibir bergetar, tapi hati belum satu. Sungguh betapa nistanya diriku, jika belum bersyukur.

  38. 19-05-2009 pukul 09:17

    ” Barang siapa yang tidak bersyukur terhadap sesama Manusia, maka dia sesungguhnya tidak bersyukur kepada Tuhan “.

    Jadi jelas sekali bahwa bersyukur terhadap sesama manusia itu merupakan tanda bukti bersyukur kepada Tuhan.

    Penetrasi ( tekanan ) hadis ini adalah adanya pesan untuk melakukan tindakan dan perbuatan kita terhadap sesama manusia diantaranya berupa ” Give and Take “ bukan hanya sekedar ucapan. Pihak yang menerima ( Taker ) dan pihak yang memberi ( Giver ) sama-sama diberikan kenikmatan. Yang diberi akan menerima kemudahan dan yang memberi akan ditambah dengan macam-macam kenikmatan. Sebaliknya jika manusia hidup dalam ” kekikiran “ sudah semestinya yang ada ialah azab Tuhan amat keras.

    Ucapan sendiri sebenarnya merupakan etika dalam pergaulan hidup dalam status makhluk sosial di masyarakat. Tetapi, ucapan hanya akan menjadi ” formalitas “ jika ungkapan rasa terima kasihnya dibuang. Terima kasih kepada siapa….? ya berterima kasih kepada Tuhan….Jika ucapan itu belum disertai bahasa rasa syukur, maka ucapan itu belum hadir dalam ” ekspresi syukur “. Kongkretnya begini, Jika kita masih sering merasa kesal terhadap orang yang tidak mengucapkan terima kasih atas pemberian kita. Nah….disinilah ujian buat kita sebagai pemberi. Padahal bersyukur itu kepada Tuhan. Artinya kalau kita memberi seseorang, itu sebenarnya merupakan ungkapan rasa syukur kita kepada Tuhan. Bagi yang tidak punya, mimik bahagia yang tersirat di raut mukanya setelah mendapatkan pemberian dari kita merupakan bukti rasa syukurnya kepada Tuhan. Kalau orang yang memberi lalu kesal terhadap yang diberi, maka itu bukan rasa syukur malahan kekesalan itulah merupakan Azab bagi dirinya.

    Dalam keadaan apapun, orang yang memberi haruslah senang, harus bahagia. Karena kebahagiaan dalam memberi itulah yang merupakan ungkapan RASA syukur kepada Tuhan.

    Sepertinya kita memang dituntut untuk pandai bersyukur. Apa bentuk aplikasinya…?. Setiap manusia harus turut mendukung tata tertib dan tegaknya Hukum. Kita harus turut peduli dengan Lingkungan, Kita harus berani jujur. Jika kita semua ingin hidup ” Luhur dan Mujur “, maka kita harus berani menjadi ” saksi kebenaran “ dalam hidup ini. Kita harus berani menyampaikan teguran kepada orang yang ada disekeliling kita yang berbuat ” curang “. Semua pihak harus kembali kepada jalan yang benar. Semua orang harus menghargai hak orang lain, termasuk di dalamnya hak berkeyakinan dan beragama. Jika kita hidup dalam kebenaran, maka Tuhan pun akan terasa dekat. Tapi, kalau kita menyingkirkan Tuhan dengan menghakimi kepercayaan dan keyakinan orang lain, Tuhan akan terasa jauh. Akibatnya, petaka akan datang menimpa. Kita adalah bangsa yang satu. Agama, Kepercayaan, dan pandangan yang berbeda janganlah sampai menjadi hijab ( tabir ) kita untuk menempuh jalan kebenaran.

    Eiiiiiiiiiittt…jangan percaya CLAMITAN ini….heee…omongan orang MABUK kebanyakan KECUBUNG…

    Ahhhhgk…Mbalik NYENTHONG lagi…masuk BILIK…

    DAMAI DIHATI…DAMAI DIBUMI…

    Rahayu

  39. kangBoed
    19-05-2009 pukul 10:00

    @ Indonesia Menulis
    waaaaaaah.. salam kenal mas/mbak Indonesia menangis.. eee.. menulis.. sungguh telah mengingatkan kita di sini sebagai manusia untuk pandai dan berusaha mensyukuri hidup dan kehidupan..
    Salam Sayang

    @ mBaah Santrie Gundul
    hehehehe.. dari mana saja mBaaah Gunduul.. perasaaaaaan dah kangeeeen bangeeet neeeh.. *ambil tikar+kopi*.. duduk.. *manggut manggut*.. sambil dengerin nesehatnya si mBaaaaaah.. hmm.. adeeem tenaaan.. *geleng geleng*.. waaaaaah.. di babar semuanya.. weleh weleeeeh.. bener beneeeeer.. si mBaaah.. lakon manusia gelar gulung di muka bumi.. salute.. two thumbs upp..
    hehehe.. benar beneeeeer.. Habdulminanas nyang baik.. hanya akan lahir dari Habdulminallah nyang baik.. sebab Habdulminallah yang buruk.. bisa saja melahirkan habdulminanas nyang baik *tapi munafik*.. dan nyang pasti menghasilkan habdulminanas nyang buruk..
    sebagaimana katanya ada sebuah daging yang bernama Hati jika itu baik/bersih maka baiklah semua perbuatannya.. sebaliknya jika daging itu buruk maka buruk pulalah semuanya.. hmm.. kok begicu pentingnya ya mbaaaah HATI itu.. yayaya.. sebagai tempat untuk menjalin hubungan yag mesra dengan ALLAH.. sebagai bukti ALLAH itu dekat.. ooo.. gicccuuu.. yaaa mBaaah..
    Maka mari bagi kita semuanya.. sebelum melangkah mari kita perbanyak DIAM di tengah malam.. dalam kepasrahan.. dan TANGISAN HATI yang penuh UCAPAN SYUKUR.. hmm.. lihat hasilnya.. buktikan sendiri.. 7 hari tanpa putus.. 40 hari tanpa putus.. dan SAKSIKAN.. PERUBAHAN BESAR akan terjadi dalam LAKU PERBUATAN KITA.. tanpa berjuang meraih.. eee.. ternyata.. perjalanan malam dalam tangis sujud syukur ini ruaaaar biasaaa.. membawa dampak perubahan besar dalam keseharian kita.. bahkan alam semesta dan berbagai dimensi kehidupan.. akan merespons luar biasa…
    hmm.. mbaaaaaaaaah bagi kecubungnyaaaaa.. mBaaah.. sambil setel lagu *Mabok Bae play ON*.. hmm.. asyiiiknya jogetan sama si mBaaaah..
    Salam Sayang
    Salam Kangen
    Salam Taklim

    • 19-05-2009 pukul 14:13

      Ntaaaaaaaaaaarr..Kang Boed,

      Untuk jangka waktu beberapa hari ini saya tak SEMBUNYI dulu yah….ntar kita JOGETAN lagi…

      Salam buat sedulur sepuh yang lain…

      Salam Sayang semuaaaaaanya…

      DAMAI DIHATI….DAMAI DIBUMI….

  40. 19-05-2009 pukul 11:10

    PESAN SATE KELEDAI 1500 TUSUK

    MANA UNDANGAN KONSERNYA?

  41. kangBoed
    19-05-2009 pukul 20:27

    @ Mbah Santri Gundul
    Yayayaya.. mBaaah.. tapi jangan lama lama yaaa.. kangen neeeeh.. hehehe.. gak ketemu sampeyan rasanya dunia berhenti berputar.. *hihihi*
    Salam Sayang
    Salam Taklim
    Salam Kangen

    @ Fitrie
    hmm.. kaciaaan deh.. tukang satenya daaaaah pergi..
    Salam Sayang

    • 20-05-2009 pukul 02:19

      Mas Fitri lagi ngidam sate tapi sayang tukang satenya udah pergi. Ntar anaknya bisa ngileran mulu kalau ngga keturutan ngidamnya.

      *mikir… udah telat berapa bulankah*

      • 23-05-2009 pukul 11:20

        mana tukang satenya? udah 4 hari aku tunggu-tunggu.

  42. 20-05-2009 pukul 00:19

    Assalamu’alaikum Wr Wb

    Subhanalloh, Sebuah kisah yang sederhana namun bermanfaat. keberserahdirian seorang abdi kepada Rajanya, selalu menikmati setiap tarikan nafasnya dengan rasa syukur, setiap kedipan matanya dengan rasa sabar, pantulan cahaya Dzat Illahi yang menerobos dinding hati pemerhatinya…subhanalloh.
    Semoga dengan sabar dan syukur,kita menjadi hambanya yang yakin dan tawadlu..

    Salam Cinta dan Kasih Sayang

    Wassalam

  43. kangBoed
    20-05-2009 pukul 02:44

    @ Mas Lambang
    huuuuuwaaaaaaakaakakak.. AYA AYA WAE.. hihihi.. mas Lambang tuh mBake Fitrie minta tulung sama sampeyan di bantu dunk.. yaaaaaaaa..
    Salam Sayang
    Salam Kangen
    Salam Taklim

    @ Kepek Al Rusuni
    hmm.. yayaya.. saudaraku Yai Kepek AL Rusuni yang baik.. benar adanya.. sering kita menganggap remeh hal hal yang kecil itu.. padahal jika dilakukan konsisten dan terus menerus.. hasilnya dahsyat dan ruaaaaaaaar biasaaaa.. penyerahan diri dan tangisan sujud syukuuur di tengah malam.. daahsyaaat.. merubah kehidupan kita.. merubah pribadi kita.. menjadi tenang, sabar, ikhlas, ridha, tawakal.. tanpa kita berusaha.. tanpa kita menyadarinya.. itulah pekerjaanNYA..
    Salam Sayang
    Salam Kangen

  44. 22-05-2009 pukul 15:05

    Pada dasarnya merekalah guru besar kehidupan kita. Tanpa embel-embel gelar namun mereka punya hak mendapat gelar guru besar di sekolah kehidupan.

    Salam kenal.

    • kangBoed
      22-05-2009 pukul 16:09

      yayaya… sekolah kehidupan… inilah ayat ayat ALLAH yang bertebaran di alam semesta raya… hanya bisa diperoleh oleh kita kita yang mau mengaji diri dan menahan nafsu… peurih jeung narimo… mengambil mutiara mutiara yang tersembunyi di balik perjalanan hidup.. itulah ilmu hirup..
      Salam Sayang
      Salam Hormat

  45. 23-05-2009 pukul 08:10

    Duuuuhhhh teganya…..

    aku mau pesan sate keledai…..malah tukang satenya disuruh pergi…

  46. 23-05-2009 pukul 11:21

    kerjaan siapa nih? mau nyaingi aku ya?

  47. 23-05-2009 pukul 12:10

    Jeng Fitri,

    Jangan kagetan gitu ah. Sabar… sabar… belajar dulu sama Suhu Acai (KangBoed).

    Itu kan hanya “Possibly related posts: (automatically generated)” dari WordPress, yang akan memunculkan pingback kaya gitu.

    Salam.

    *buruan approve blog wordpress-nya… biar ngga kagetan*

  48. 23-05-2009 pukul 13:27

    @Fitri:

    Nunggu approval dari kemarin ngga dibales-bales.

    Udah saya buatin blognya di:
    http://fietria.wordpress.com/

    UserID dan Password entar dikirim lewat email. Lanjutin sendiri ya, banyak help-nya di WordPress untuk memperlancar blogging.

    Salam.

  49. kangBoed
    23-05-2009 pukul 13:55

    @ Fitrie
    hihihi.. ojo gumunan toh nduuuk..

    @ Mas Lambang
    hehehe… pak RT yaaa… hihihi… tuuuh mBaaaak Fitrie.. harus banyak berterima kasih sama sampeyan mas Lambang yang baik dan benar.. eee.. gak apa dah.. bentar lagi mas Lambang dan mBaaak Fitrie harus jadi TTM juga dunk kaya saya sama mas Lambang TTM.. hihihi..
    *wah mbahe malah dandan kaya abege*.. widiiiiiw.. kereeeenxztztz..
    Salam Sayang
    Salam Taklim

    • 23-05-2009 pukul 16:17

      Hehehe… ABG… rambut pakai jel disisir ke atas, gelang rantai perak, sepatu lars. Gaya rocker, narsis puooooollll.
      Siyul-siyul lagunya Iron Maiden…

      Sayang mukanya ditutupin sarung, maluuuuu…

  50. zal
    23-05-2009 pukul 15:56

    ::wah..wah..ternyata penjenenagan due kesaktian juga yo…mampu melihat orang yang berma’rifat…:kalau ada kalimat “hanya wali yang kenal wali..” berarti…🙂 he..he..sorry cak..guyooon.. tapi to pancene ngono kan..

    :: ketokane modale mek gak turu dimalam hari..menghidupkan malam..lek turu yo..wes peteng..meripat mejem…turu pisan..lha kapan terange… mejem wae sering yang datang tak terfahami, opo maneh terang dalam mimpi…wuzzz…makin…malah diarani bunga tidurr… wuuzzz melayu..akh…engko disiram bandrek susu…

  51. 23-05-2009 pukul 16:15

    Hehehe… ABG… rambut pakai jel disisir ke atas, gelang rantai perak, sepatu lars. Gaya rocker, narsis puooooollll.
    Siyul-siyul lagunya Iron Maiden…

    Sayang mukanya ditutupin sarung, maluuuuu…

  52. kangBoed
    23-05-2009 pukul 17:08

    @ Mas Lambang
    Huuuuwaaaaakaaakaakak.. hahaha.. si mBaaah.. asli gaya loeee entu gak nahaaaan.. *narzies abies*.. *najis ih*.. hahaha.. pokonya.. teteeeeep oke!!! jangan berubaaah ya mBaaaaah.. kalo gak nggilani tak tendang jadi mBaaahku.. hehehe.. dasar cucu kurang ajar..
    Salam Sayang
    Salam Kangen

    @ Mbaaah Zal
    hahahaha.. bukan saya mbaaah.. temen saya tuh.. hehehe.. kalau saya teteeeep bawaan orok bodoh dan tololnya minta ampun gak sembuh sembuh.. bisanya cuma melamun dan melamun saja.. lamunan kosong ora ana isine.. kebanyakan mimpi bisa meluk bulan kaya si pungguk.. hehehe.. mengenai bangun malam dah kebiasaan orok susah tidur kalau belum menjelang subuh mungkin terkena penyakit mbaaaaaah.. insomnia.. *asli mantan ronda*.. hehehehe.. kemana aja sih bolo boloku ini sampai kangennya kaya begini.. hihihi.. [-o<
    Salam Sayang
    Salam kangen
    Salam Taklim

  53. lor Muria
    03-06-2009 pukul 10:36

    aki tiap malam hanya duduk merenungkan kebesaranNYA… terus aki shallat tahajud… setelah itu aki hanya duduk diam… mencoba mensyukuri semua yang aki terima hari ini… satu persatu aki ucapkan… sampai tak terasa adzan subuuuh… begitu saja maaas… selama tujuh tahun ini aki hanya duduk tiap malam disini diatas sajadah iniiii… semua perasaaan aki rasa syukur aki aki tumpahkaaan… semua kepasrahan aki serahkan… aki hanya menangis.. menyadari dan mensyukuri nikmat yang aki terima… yaaa hanya itu maaas… hanya itu saja…
    ====================================================

    Ya.ya..hanya DIAM, DIAM dan DIAM.

    Laku yang sederhana, tapi sulit dilakukan.

    Hanya orang yang ikhlas dan pasrah saja yang bisa melakukannya dengan sebenar-benar “DIAM”.

    Hanya DIAM iLa-ALLAH. bukan diam iLa-bighairillah.

    Rahayu

    • KangBoed
      03-06-2009 pukul 11:15

      benar… sekali lagi benar saudara sejatiku lor Muria terkasih.. sepertinya laku sederhana tetapi sulitnya setengah mati.. apalagi pesannya.. konsisten tiada putus setiap malam.. brrrrrrr.. mau lama atau bentar.. silahkan ikuti saja gerak hati yang penting nyuuuutnya dapat begitu pesan si aki.. hehehe.. tiap malam sebenarnya beliau masuk dalam DIAM dikeDIAManNYA.. maka cahaya makrifatnya sungguh menakjubkan…
      Salam Sayang..
      Salam Rindu untukmu..😆:mrgreen:

      • lor Muria
        03-06-2009 pukul 11:27

        Maaf Kang Boed
        Saya koq kurang yakin dengan cerita si aki
        kalau yang dilakukan hanya DIAM seperti cerita diatas. jangan jangan itu cuma cerita fiktif kangBoed aja, atau malah jati diri kang boed. hehehe…..

        DIAM yang dilakukan aki tsb adalah laku orang-orang Arif. dan itu butuh perjalan panjang sebelum masuk dikeDIAManNYA

        Salam sejati
        dan salam rindu juga

      • KangBoed
        03-06-2009 pukul 23:37

        hmm.. memang kadang orang sekarang dan terdahulu beda ya kang mas.. orang sekarang gak sabaran pengen cepat instan.. satu belum dikuasai sudah pegang yang lain.. baru nemu sensasi dikit dah teriakannya paling keras.. pengennya langsung jebol bablas.. padahal perlu ketekunan dan perjalanan yang panjang.. banyak jalan menuju rhoma.. eee.. rhoma irama..
        Salam Sayang
        Salam Taklim
        Salam Sejati

  54. 03-06-2009 pukul 11:40

    Ketika keinginan menyirna.
    Keikhlasan akan datang mendekapmu.
    Erat, erat sekali.
    Menutupi ego & duniawi.

    (Ikut-ikutan puitis, kaya KangBoed & Om Tomy. Tapi gini-gini saya juga penyair lho. Cuma alirannya Kontemporer dan meng-klaim diri sebagai Pencetus Aliran Puisi Audio-Visual. Hi hi hi curhat colongan lagi.)

    Salam Brrrrr syukur, sabar, dan ikhlas.

    • KangBoed
      03-06-2009 pukul 12:24

      @ lor Muria
      aki dari muda seumur kalian dulu… hanya mencoba belajar sabaaar… dalam segala hal… ikhlas dan ridha dalam menjalani kehidupan..
      ooo gitu mas… sebenarnya aki gak pernah melakukan apa apa… tapi sudah tujuh tahun ini sepeninggal nenek… aki tiap malam hanya duduk merenungkan kebesaranNYA…
      =================================================
      Saudara Sejatiku Lor Muria sayaaaaang… wah… bukan saya kang mas Muria… apalah arti saya ini… ini beneran kang maaas… bukan fiktif dan plasu… asli orangnya masih ada walau dah pindah menyepi di kampong karena sudah tidak kuat jualan lagi… dari tulisan yang saya kutif… perjalanannya panjang sekali… walau mungkin sampai sekarang beliau tidak pernah menyangka bahwa derajatnya sudah ditinggikan bahkan kita berdua sangat kagum melihat kerendahan hati dan kesederhanaannya… sungguh patut kita contoh sebagai orang muda…
      Salam Sayang
      Salam Rindu untukmu..😆:mrgreen:😆

      @ Celetukan Segar
      Ruaaaaaaaaaaar biasaaaaaaaaa maaas Segar sayang… ternyata seorang penyair… waaaaaaaaah… bikin aliraaaan baru lageee… kapan diresmikannya mas… undang kite kite yaaaa.. jangan lupaaaaa…
      Salam Sayang
      Salam Rindu untukmu..😆:mrgreen:😆

  55. 03-06-2009 pukul 12:43

    Udah lama launching-nya, kalo nggak salah inget tahun 1999 pas Hari Kemerdekaan RI.

    Itupun idenya karena ingin memunculkan esensi kembali ke Khitah Puisi sebenarnya.

    Namun, sekarang saya udah absen dari dunia begituan. Maklum sekarang menekuni dunia beginian!

    • KangBoed
      03-06-2009 pukul 13:06

      Wooooooooow.. kereeeeeeeenxzxz.. ternyata saudaraku mas Segar benar benar seorang penyair tulen.. hebaaaat maas harus diteruskan dunk.. selain celetukan nya nyang segar segar sisipin dunk puisinya nyang mendayu dayu bak sembilu mengajakku terbang melayang jauh entah kemana.. hihihi…
      Salam Sayang
      Salam Rindu untukmu😆

  56. 03-06-2009 pukul 17:37

    Untuk hal yang mendayu-dayu, saya agak dilematis.
    Nanti ada yang bilang, penyebar CENGENGISME.
    Nanti ada yang bilang, pengobral ROMANTISME.

    Daripada dilematis, saya lebih tertarik pada puisi yang berbau sarkastik (sindiran kejam) dan PATRIOTISME!

    Namun, itu dulu sekarang sudah nggak. Untuk nulis lagi, paling-paling kalo sudah kepepet-pepetnya, lagi terinspirasi atau dapet order yang bikin NGILERISME!

    Pokoknya :
    HIDUP SPIRITUALISMO!
    HIDUP MATERIALISMO!
    Oooo… oye

    • KangBoed
      03-06-2009 pukul 20:54

      hihihi.. mantaaabs surantaaabs.. mas Segar sayang.. kiranya mas Segar boleh berbagi mengenai Spiritulismo soalnya saya masih berkecimpung dalam aliran fulusiyah demi kebutuhan..
      Salam Sayang
      Salam Rindu untukmu..😆

  57. 03-06-2009 pukul 23:08

    Spiritualismo = Sprite + Sedikit Teh + Sambil Nongkrong

    Salam Brrrrr filsafat, eh fulusiyah!

    • KangBoed
      03-06-2009 pukul 23:32

      waaaaah.. ikutan dunk.. kalo nongkrong saya senang tuh.. apalagi cangkrukan sama teman teman sehati widiiiiiiiw.. asyiek yaaa..:mrgreen:
      Salam Sayang

  58. 15-06-2009 pukul 18:32

    duuu…hhh KangBoed, sesak rasanya dada ini dan ingin menangis sejadi2nya, juga malu.
    betapa buaaa..nyak diri ini tdk mensyukuri yg telah diberikanNYA.
    Astaghfirullah aladziim.
    salam.

    • KangBoed
      15-06-2009 pukul 21:02

      Subhanallaaaaaaaaaaah.. sungguh hanya Rasa yang terbangkitkan yang bisa merasakan getaran dari sang kakek tua di atas.. mudah mudahan Bunda melangkah terus dan menghidupkan malam.. masuk ke dalam diri.. dalam penyerahan diri total dan tangis sujua syukur dalam CINTA sampai masuk dalam DIAM di keDIAMannya.. dan terus menebarkannya..
      Salam Sayang

  59. 12-07-2009 pukul 19:56

    ^_^

    Waaakaakakakak..
    Salam Sayang

  1. 06-06-2009 pukul 14:21
  2. 15-07-2009 pukul 00:53
  3. 15-09-2009 pukul 00:05

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: