Beranda > Persahabatan > Indonesia Satu

Indonesia Satu

Indonesia Satu.. sebuah tulisan lama untuk mengingatkan betapa dalam kesatuan maka kita akan berdiri dengan tegak dan kokoh kuat menghadapi roda perputaran zaman.. menjadi Bangsa yang Besar disegani di seluruh dunia hanya dengan mewujudkan Semangat Indonesia Satu.. Semangat Sumpah Pemuda.. mempersatukan kita dalam Cinta Damai dan Kasih Sayang.. Bersatu kita Teguh.. bercerai kita kawin lagi.. eee.. bercerai kita runtuh..

Kesadaran diri sejati meliputi sang diri lemah
Sungguh ternyata tak ada yang berbeda beda
Kesejatian yang tak pernah disadari manusia
Sungguh semua bias dari cahaya kang pinuji

Warna.. perbedaan.. apapun itu adalah hanya satu kepalsuan belaka
setiap warna membela warnanya dan merendahkan warna yang lainnya
sungguhlah saudaraku semua itu bukanlah kebenaran sejati
Itu hanyalah pembenaran sekali lagi pembenaran.. hehehe…

Kebenaran Sejati hanyalah satu
jika masih dua tiga atau empat
Sekali lagi itu bukan Kesejatian
Itu hanyalah Kepalsuan yang menutup mata kita semua

Ternyata semua warna semua rupa semua bentuk dan semuanya
Hanyalah sekedar bias dari warna yang satu rupa yang satu
Tiada yang lain tiada bukan hanya SATU Yang ADA
bias itu terlihat ketika kesadaran diri sejati meliputi

Oh.. alangkah indah.. damai dan sempurnanya
Jika setiap warna dan rupa yang berbeda ini bersatu
Bersatu dalam Kedamaian Cinta dan Kasih Sayang
Dalam kesadaran akan Kebenaran Sejati meliputi

Maka akan terlihatlah nuansa warna warni yang indah
rupa rupa bentuk yang saling mengisi kekosongan
membentuk menjadi satu bangunan yang kokoh dan kuat
dari bahan yang berbeda dan berupa rupa serta bermacam

Bangunan kesejatian
Menara kesadaran diri
Pintu kebenaran sejati
Berlantaikan Kasih Sayang

Semua adalah SATU
Semua berasal dari yang SATU
Semua kembali pada yang SATU
Bersatulah gapai hari esok nan cerah

Mari Sahabat Wujudkan Kesatuan dan Persatuan
” INDONESIA SATU “
Damai dan indahlah bumi pertiwi ini
Sejahtera Adil dan Makmur seluruh rakyatnya


RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk…
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG ‘TUK SEMUA SAHABAT SAHABATKU TERSAYANG
” I LOVE YOU PUUUUULLLLLLLLLLL “

kesadaran Diri Manusia, Indahnya Persahabatan, Mengembalikan Jati Diri Bangsa 2 , Setelah UFO Jakarta Geger UFO di Bandung , Rumah Baru Persembahan Sahabat , Gratis Download Soal Soal Latihan Test CPNS/CPNSD dan E-book Pendidikan , Semangat Sumpah Pemuda Indonesia Satu

  1. 28-10-2009 pukul 16:14

    Selamat hari sumpah pemuda kang🙂

    • 28-10-2009 pukul 21:43

      keduaxxxxxxxxxx…
      pissssssssssssssss

      • 28-10-2009 pukul 22:09

        tilixxxxxxxxxxxxxx

      • 28-10-2009 pukul 22:15

        kaopaxxxxxxxxxxxxxxxxx

  2. 28-10-2009 pukul 16:15

    Siip kang, go Indonesia!

  3. 28-10-2009 pukul 16:17

    Kerja keras adalah energi kita
    I love u fuulll..

  4. 28-10-2009 pukul 16:50

    Lagi buru deadline Kang…??

  5. 28-10-2009 pukul 16:52

    mampir lagi setelah liat di dashboard ada tulisan baru.

  6. wh
    28-10-2009 pukul 17:04

    semangat…Kang Boed…..

    lapor Jati diri belum diketemukan…

    Siap melanjutkan pencarian! Tp Kmana kang Nyarinya..? mumpung hari sumpah pemuda…banyak temennya juga untuk mencarinya……

    ^_^

  7. 28-10-2009 pukul 17:12

    Maju terus indonesia ku……

  8. 28-10-2009 pukul 17:13

    Semoga selalu SATU…

  9. 28-10-2009 pukul 17:19

    Yesssss…. Selamat hari sumpah pemuda… I love you fullllllll…..

  10. 28-10-2009 pukul 18:32

    Tulisan yang menarik, Kang🙂
    Hidup Indonesiaa!!

  11. 28-10-2009 pukul 18:55

    Maju Terus Pantang Mundur KangBoed…

  12. 28-10-2009 pukul 18:55

    karena no 11 jadi kesebelasan

    • 28-10-2009 pukul 18:57

      Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa ” Pertamax” Only one kang I Luv You Full………………

  13. 28-10-2009 pukul 19:54

    Indonesia united.
    Ask what you can do for your country
    never ask what your country can do for you

  14. 28-10-2009 pukul 22:25

    indah betul ….
    gelorakan semangat Indonesia satu ….

  15. 28-10-2009 pukul 22:30

    Cuma memperjelas kang, Punten:
    Indonesia Satu.. sebuah tulisan lama untuk mengingatkan betapa dalam kesatuan maka kita akan berdiri dengan tegak dan kokoh kuat menghadapi roda perputaran zaman.. menjadi Bangsa yang Besar disegani di seluruh dunia hanya dengan mewujudkan Semangat Indonesia Satu.. Semangat Sumpah Pemuda.. mempersatukan kita dalam Cinta Damai dan Kasih Sayang.. Bersatu kita Teguh.. bercerai kita kawin lagi.. eee.. bercerai kita runtuh..

    Kesadaran diri sejati meliputi sang diri lemah
    Sungguh ternyata tak ada yang berbeda beda
    Kesejatian yang tak pernah disadari manusia
    Sungguh semua bias dari cahaya kang pinuji

    Warna.. perbedaan.. apapun itu adalah hanya satu kepalsuan belaka
    setiap warna membela warnanya dan merendahkan warna yang lainnya
    sungguhlah saudaraku semua itu bukanlah kebenaran sejati
    Itu hanyalah pembenaran sekali lagi pembenaran.. hehehe…

    Kebenaran Sejati hanyalah satu
    jika masih dua tiga atau empat
    Sekali lagi itu bukan Kesejatian
    Itu hanyalah Kepalsuan yang menutup mata kita semua

    Ternyata semua warna semua rupa semua bentuk dan semuanya
    Hanyalah sekedar bias dari warna yang satu rupa yang satu
    Tiada yang lain tiada bukan hanya SATU Yang ADA
    bias itu terlihat ketika kesadaran diri sejati meliputi

    Oh.. alangkah indah.. damai dan sempurnanya
    Jika setiap warna dan rupa yang berbeda ini bersatu
    Bersatu dalam Kedamaian Cinta dan Kasih Sayang
    Dalam kesadaran akan Kebenaran Sejati meliputi

    Maka akan terlihatlah nuansa warna warni yang indah
    rupa rupa bentuk yang saling mengisi kekosongan
    membentuk menjadi satu bangunan yang kokoh dan kuat
    dari bahan yang berbeda dan berupa rupa serta bermacam

    Bangunan kesejatian
    Menara kesadaran diri
    Pintu kebenaran sejati
    Berlantaikan Kasih Sayang

    Semua adalah SATU
    Semua berasal dari yang SATU
    Semua kembali pada yang SATU
    Bersatulah gapai hari esok nan cerah

    Mari Sahabat Wujudkan Kesatuan dan Persatuan
    ” INDONESIA SATU “
    Damai dan indahlah bumi pertiwi ini
    Sejahtera Adil dan Makmur seluruh rakyatnya

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk…
    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA …

    SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG ‘TUK SEMUA SAHABAT SAHABATKU TERSAYANG
    ” I LOVE YOU PUUUUULLLLLLLLLLL “

  16. 28-10-2009 pukul 22:38

    MAJULAH INDONESIA🙂

  17. 28-10-2009 pukul 22:58

    gelorakan semangat Indonesia satu

  18. 28-10-2009 pukul 23:18

    dengan bersatu,
    semoga diperbanyak keturunan kita
    😀

  19. 29-10-2009 pukul 00:03

    MAJULAH IND-ONE-SIA!!!!!
    GARUDA DIDADAKuu!!!!!!!

    HEALLLLL YEAAAHHH

  20. 29-10-2009 pukul 00:05

    keduapuluhux kelimaksss!!!!

  21. 29-10-2009 pukul 00:09

    kalimat
    “Kebenaran Sejati hanyalah satu
    jika masih dua tiga atau empat
    Sekali lagi itu bukan Kesejatian
    Itu hanyalah Kepalsuan yang menutup mata kita semua”

    keren bang!!!
    mangtab!!

  22. Sesama Anak Negeri
    29-10-2009 pukul 00:57

    Salam Persatuan Kepada Saudaraku Semua

    Kebanggaan Sebagai Anak Negeri. Jiwa Persatuan sebagai Bangsa Indonesia akan selalu tergurat di dalam diri. Tekad dan Harapan Menjadi Negeri Yang Besar tak akan pernah pudar oleh apapun. Semua berpadu menjadi sebuah Harapan yang bersandar pada Sosok Sang Pemimpin. Sang Pemimpin yang mampu mewujudkan semua itu. Sang Pemimpin Harapan Kita. Harapan Bangsa dan negeri Indonesia.
    Biarkanlah harapan itu selalu tersemai dengan indah. Dan akan kita wujudkan bersama satu saat nanti. Harapan itu pulalah yang mengiringi untaian kata-kata dalam tulisan dibawah ini yang terangkai dalam beberapa bagian. Bagian awal (BabI) akan ku sampaikan saat ini sedangkan bagian lainnya akan kusampaikan kemudian. Dan aku berharap saudaraku semua akan berbagi, menebarkan dan menyampaikannya pula kepada yang lain. Agar Kita dapat merasakan dan meyakini bahwa Harapan itu masih ada dan kelak … akan terwujud.

    KUTEMUKAN SOSOK
    … “SANG PEMIMPIN BESAR” …

    BAB I
    INDONESIA DAN SANG PEMIMPIN BESAR

    Indonesia bagaikan sebuah Permata Berkilau dalam jagat raya kehidupan. Sebuah Permata terindah yang sesungguhnya begitu mempesona, menawan mata hati dan jiwa siapapun yang memandang. Namun sayangnya Kilau Permata itu belumlah mampu memancar dengan sempurna. Sebagian kilaunya masihlah terpendam belum terpendar keindahan sesungguhnya.

    Itulah Indonesiaku negeri kebanggaanku. Negeri yang telah memberikan nafas kehidupan. Walaupun sebahagian kilaunya masih terpendam namun aku menyakini bahwa sebuah Permata tetaplah Permata sampai kapanpun. Dan pada saatnya nanti kilau keindahan sesungguhnya pasti akan memancar.

    Bila saat itu tiba maka siapapun yang memandang akan terpukau, mengagumi bahkan bergetar hatinya karena memandang keindahan dan kebesaran Indonesiaku yang sesungguhnya.

    Indonesia … Keindahannya tak akan pernah cukup untuk dilukiskan dengan berjuta untaian kata sekalipun.

    Indonesia … Kebesarannya tak akan terwakilkan dengan goresan tangan siapapun jua.

    Indonesia … Warna-warni Keragaman Pesona dan Budayanya tak akan mungkin tergantikan oleh sapuan kuas apapun.

    Indonesia Permata Beribu Pulau terpagari oleh tonggak-tonggak Kegagahan Anak-anak negerinya, terpoles Sempurna dengan Keindahan Artistik Alamnya.

    Dan sampai kapanpun Indonesiaku adalah Indonesia … Sang Permata Berkilau di semesta ini.

    Karena memang Indonesiaku adalah Guratan Sempurna. Maha Karya Terindah Guratan Tangan dari Sang Maha Kuasa.

    Itulah Indonesiaku … aliran darahku, helaan napasku, hakikat dan jiwaku sebagai Anak Negeri.

    Dan aku hanyalah salah satu dari anak-anak negeri Indonesia yang selalu berharap Maha Karya Terindah ini akan selalu terjaga sepanjang masa. Selalu berharap dan siap melakukan apapun demi untuk melihat Kilau Permata Indonesiaku tercinta selalu terpendar, tak akan pernah padam oleh siapapun atau apapun.

    Kilau Keindahan, Kilau Kebesaran yang akan selalu ditopang oleh setiap rakyat dan seluruh anak-anak negeri Indonesia yang tentunya berada dalam satu arahan, satu tuntunan dan satu rengkuhan yang akan selalu menaungi, menjaga hingga menghantarkan Perjalanan Sejarah Bangsa dan Negeri Indonesiaku ini. Dan itu akan berpuncak kepada satu figur Pemimpinnya.

    Dan aku hanyalah satu dari begitu banyak rakyat di negeri ini yang berharap menemukan dan memiliki sosok Pemimpin Terbaik. Pemimpin Terbaik yang mampu memimpin dalam arti sesungguhnya. Memimpin untuk dapat melajukan Kapal Kehidupan Negeri ini, menghindari karang-karang terjal ataupun menghadapi garangnya ombak kehidupan hingga kapal ini dapat terus melaju dan pada akhirnya mengembangkan Layar Kehormatan dan Kebanggaan sebagai Bangsa dan Negeri Indonesia.

    Seorang Pemimpin yang mampu menempatkan Bangsa dan Negeri ini untuk berdiri sama tegak bahkan melampaui bangsa-bangsa dan negeri lain.

    Seorang Pemimpin yang memiliki Kharisma Kepemimpinan yang sejati hingga mampu menerpa dan menyentuh setiap rakyatnya, menunjukkan kegagahan diantara pemimpi-pemimpin bangsa manapun hingga mampu menghantarkan bangsa ini ke Puncak Kehormatan, menggenggam Harkat dan Martabat sebagai Bangsa yang Besar.

    Pemimpin yang siap mempersembahkan segala hal terbaik yang dimiliki, berjuang dan mengabdi hanya untuk Sang Pertiwi. Berjuang tanpa pamrih hanya atas dasar tekad dan kesungguhannya sebagai Anak Negeri yang tengah memimpin Bangsa dan Negerinya.

    Pemimpin yang akan selalu dihormati dengan hati karena dirinya adalah Simbol Kebanggaan Rakyatnya.

    Dan untuk menjalankan kepemimpinan itu tentunya membutuhkan seorang
    Pemimpin yang memiliki dasar dan arahan langkah untuk berpijak, memiliki pengetahuan kehidupan, kemampuan untuk membimbing dan mengarahkan kepada satu tujuan besar.

    Karena hanya Pemimpin yang berkharisma, memiliki kemampuan dan dasar pijakan langkah yang kuat yang akan mampu membentuk dan melahirkan anak-anak Negeri yang gagah dan berkarakter yang akan membuat siapapun di negeri ini menepuk dada menunjuk dengan bangga sebagai Rakyat Indonesia.

    Sebuah Seruan Kegagahan yang “berisi” bukan hanya slogan semata. Sebuah seruan yang akan membahana di angkasa raya dan hanya mungkin terwujud dengan sentuhan tangan yang tepat dari Pemimpin Terbaik.

    Itulah harapanku, harapan saudaraku seluruh Rakyat Indonesia. Namun akankah sekeping harapan itu yang selalu berusaha untuk kita jaga akan bisa terwujud?

    Akankah harapan itu tetap mampu bersinar dan menggapai suatu hasil terbaik seperti yang kita harapkan?

    Mungkinkah kita dapat berjumpa dengan seorang Pemimpin yang memang memiliki sebuah tekad dan kesunggguhan untuk memimpin dengan sepenuh hati, berjuang tanpa pamrih, mempersembahkan dan mengorbankan segala kelebihan yang dimiliki hanya untuk Kebesaran dan Kehormatan Negeri Indonesia tercinta ini?

    Ach ……sepertinya semua itu bagaikan mimpi disiang hari, bagaikan pungguk merindukan bulan. Akankah menjadi nyata? Akankah semua itu hanya tetap berakhir menjadi impian kosong?

    Karena seiring waktu yang berputar, disadari atau tidak perlahan-lahan harapan itu seakan seperti memudar karena tak kunjung berjumpa sosok Pemimpin yang diharapkan.

    Siapapun bisa dan mampu duduk diatas kursi kepemimpinan namun tidak semuanya mampu menjadi seorang Pemimpin.

    Sering kali yang terlantun hanyalah bermanis kata, menunjukkan pesona bahkan perhatian tapi semua hanyalah sesaat demi meraih kepentingan dan keuntungan untuk diri mereka. Bukan untuk kita, bukan untuk Rakyat dan Negeri Indonesia.

    Rasanya lelah menanti, lelah berharap tanpa ada setitik cahaya yang memungkinkan semua itu bisa terwujud. Dan disaat sisa-sisa helaan nafas harapan semakin menipis, disaat keinginan dan cita-cita seakan begitu jauh untuk digapai, disaat rasa lelah menyergap begitu kuat dihati ini. Dan disaat kepiluan semakin menyengat ketika memandang satu demi satu Kebesaran Negeri ini meredup, terenggut, terampas tanpa mampu berbuat apapun.

    Kebesaran Negeri yang tak dipandang atau bahkan sengaja dicoreng oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.

    kebesaran Negeri yang dinodai, terampas dan terenggut oleh keculasan bangsa dan negeri lain, yang semuanya bermula atau sebenarnya didasari karena tidak mampu menerima, berlapang dada memandang Kebesaran, Keindahan ataupun Kemakmuran bangsa dan negeri ini hingga dengan berbagai cara menginginkan pula untuk mampu memiliki dengan meninggalkan goresan tajam kepahitan untuk bangsa dan negeri ini.

    Mereka yang bukan apa-apa, bukan siapa-siapa tapi berlagak seolah mengetahui dan lebih memiliki kuasa untuk menentukan sesuatu atas diri bangsa dan negeri ini.

    Apakah Kebesaran Bangsa dan Negeri ini yang terlalu melimpah? Hingga kita tak mampu menjaganya dengan baik?.

    Ataukah para sosok-sosok yang seharusnya menjaga dan menjadi rantai rantai pengokoh, menaungi dengan kegagahan namun tak mampu menjaga Kebesaran Bangsa dan Negeri ini dengan sepenuh hati?
    Atau apakah karena memang tak mampu untuk melakukannya?

    Belum lagi Kebesaran Bangsa dan Negeri ini yang turut tercoreng, yang diredupkan oleh sesama anak negeri sendiri, sesama saudara sejiwa yang seharusnya saling menjaga, tapi karena ego dan kepentingan sendiri melupakan bahwa kehidupan yang mengalir didalam dirinya adalah merupakan pemberian dari Sang Bumi Pertiwi.

    Hingga disengaja ataupun tidak justru ada sesama anak negeri yang menancapkan sembilu duka pada Sang Pertiwi.

    Bila kebesaran tak mampu lagi memancar, maka harga diri dan martabat pun turutlah redup karena terinjak-injak oleh tangan-tangan dari bangsa bangsa lain yang memandang sebelah mata, menganggap seolah tak berarti bahkan nyatanya ada pandangan yang menganggap kita sebagai bangsa pecundang.

    Siapakah yang seharusnya maju dan berdiri didepan menghadapi semua hal yang datang untuk meredupkan Kebesaran Negeri ini?

    Rakyatnya yang tak mampu bersatu ataukah Pemimpinnya yang tak mampu menyatukan?

    Rakyatnya yang kehilangan arah ataukah Pemimpinnya yang tak mampu menuntun, menunjukkan hingga menghantarkan apa yang harus dilakukan untuk tetap menjaga dan membuat Kilau Kebesaran itu selalu terpancar.

    Bagaimanapun sebagai rakyat maka langkah-langkah kaki anak negeri Indonesia ini akan mengarah dan mengikuti jejak langkah yang ditunjukkan oleh sang Pemimpinnya.

    Lalu bagaimana jadinya bila sosok yang dijadikan panutan, sosok yang memimpin, namun dirinya sendiri tidaklah mengetahui arah mana yang harus dituju atau langkah apa yang tepat yang harus dilakukan.

    Maka akan menuju kemanakah Kapal Kehidupan Bangsa ini? Terus melaju ataukah terpuruk?

    Lalu apakah kita diam melihat semua itu? Akankah kita biarkan Kebesaran dan Kejayaan yang seharusnya bersinar, pudar, hilang dan terenggut begitu saja?

    Relakah kita melihat Bangsa dan Negeri yang kita cintai, para generasi-generasi penerus yang kita kasihi hanya mendapatkan sisa-sisa dari kehormatan yang seharusnya semakin lama semakin mencapai puncak, dan pada akhirnya hanya akan dianggap menjadi bangsa dari generasi yang tanpa arti.

    Yach …..jawabnya tidak!!! Dan siapapun kita sebagai Rakyat Indonesia tidak akan pernah rela bila harga diri diinjak apalagi dianggap sebagai bangsa pecundang.

    Kita pasti akan siap berdiri gagah menghadapi siapapun atau apapun. Kita pasti akan siap berdiri gagah, mengepalkan tangan bahkan menunjuk hidung, menghadapi siapapun atau apapun yang hendak mencabik harga diri sebagai Bangsa Indonesia.

    Kita siap mencucurkan peluh, mencurahkan segala daya, mewarnai dengan Aliran Darah Keberanian dan Kesucian Hati, demi untuk memandang Sang Merah Putih selalu Berkibar dengan Gagah.

    Kita adalah Ksatria Negeri, yang selalu siap menyatukan jiwa, mempersembahkan segala hal yang terbaik, menggemakan dengan lantang Kehormatan Sang Pertiwi.

    Namun sekali lagi semua harapan itu, semua semangat dan tekad itu seolah bagaikan berlalu begitu saja.

    Tekad, Keinginan dan Semangat Berkobar. Namun tanpa ada satu sentuhan dari seorang Pemimpin yang tepat, yang mengarahkan langkah kita maka kita bagaikan kehilangan arah, terpecah sendiri, bagai kehilangan Satu Tujuan Hidup Berbangsa dan Bernegara yang seharusnya selalu kita junjung.

    Sekali lagi, pada akhirnya semuanya akan berujung dan bergantung kepada satu sosok yaitu sosok Sang Pemimpin. Dan jelas tentunya bukanlah seorang Pemimpin yang hanya memiliki pesona belaka, menjadi sosok yang beruntung karena duduk disinggasana. Tapi yang kita butuhkan sosok Seorang Pemimpin Besar.

    Pemimpin Terbaik karena memiliki pengetahuan dan kemampuan serta segala hal lainnya. Memiliki daya dan karya untuk membimbing kita semua mengarahkan, menuntun, menghantarkan hingga memastikan langkah Bangsa Indonesia akan sampai disatu Puncak Tujuan Tertinggi.

    Seorang Pemimpin yang mampu menjadi Teladan Sejati karena memang telah memahami makna dan hakikat sebenarnya sebagai seorang Anak Negeri dan bagaimana menjalankan peran terbaik itu.

    Seorang Pemimpin yang berjuang tanpa pamrih karena setiap perjuangannya, setiap gema kegagahannya memimpin bangsa ini adalah merupakan wujud nyata, persembahan bakti tertinggi seorang Anak Negeri kepada Ibu Pertiwinya.

    Wujud nyata yang membuat kita pasti dapat menilai dan mengukur sebuah ketulusan sejati. Melihat dengan jelas dan nyata sebuah bentuk pengabdian dari Seorang Pemimpin.

    Bakti tertinggi, pengabdian yang tulus dari Seorang Pemimpin tentunya tak akan pernah mengharapkan pamrih atau imbalan apapun. Bahkan sebuah pembayaran atau bahkan gaji sekalipun. Karena memang pastilah sosok Pemimpin itu memahami benar bahwa dirinya sedang menjalankan Peran Terbaik sebagai seorang Anak Negeri, bukan tengah berniaga dengan Negerinya apalagi mengharapkan upah atas Kepemimpinannya.

    Seorang Pemimpin Sejati yang akan menjadi Motivator Terbesar, Pembangkit Semangat Nasionalisme yang akan mampu menyatukan kita semua menggapai masa depan Bangsa dan Negara yang lebih baik.

    Selalu siap menyuarakan kegagahan, berjuang sebagai sosok Anak Negeri yang membela harga diri Ibu Pertiwinya.

    Wahai saudaraku Rakyat Indonesia. Tentunya gema harapan itu yang berkecamuk didalam dada kita tapi sekaligus bercampur antara keyakinan dan kehilangan keyakinan.

    Karena sepertinya tidaklah mungkin menemukan Sosok Pemimpin seperti yang kita butuhkan. Dan kita pun terkadang bimbang seperti apakah sebenarnya sosok Sang Pemimpin Besar yang kita butuhkan itu?

    Adakah sebuah tolak ukur atau landasan yang menjadi penguat keyakinan kita bahwa itulah sosok Seorang Pemimpin yang sesungguhnya?

    Tentunya pertanyaan itu pun akan terus menjadi pertanyaan tanpa akhir, tanpa kunjung mendapat jawaban bila kita hanya berdiam diri atau termangu saja.

    Bagaimana mungkin kita berharap menemukan sesuatu yang terbaik bila kita hanya berdiam dan menunggu saja. Menanti entah berapa lama, menanti entah sampai kapan. Dan apakah pada akhirnya penantian itu akan menghantarkan bertemu sesuatu yang terbaik bagi kehidupan kita.

    Untuk mendapatkan hal yang terbaik secara pribadi saja maka kita harus mengerahkan segenap kemampuan, segala upaya untuk bisa mendapatkannya. Apalagi ketika berbicara tentang Bangsa dan Negara, tentang peran kita sebagai Rakyat sekaligus Anak Negeri, maka sudah tentu kita pun harus bersiap diri, melakukan segala hal, melakukan apapun untuk memberikan sebuah sumbangsih tersendiri kepada Negeri ini.

    Mulai dari saat ini, mulai dari hal yang terkecil, dimulai dari diri sendiri mencoba menata, mengkondisikan, menyatukan persepsi, menyamakan tujuan dengan menyadari dan menanamkan bahwa segala sesuatu yang ada di Negeri ini, apapun yang terjadi pada Bangsa ini, maka semua itu akan kembali dan berpulang kepada diri kita sendiri.

    Melakukan kebaikan, menjaga dengan kemampuan yang ada, mengerahkan potensi yang dimiliki, hanya dan untuk atas nama Bangsa dan Negeri Indonesia. Sekecil apapun adalah jauh lebih baik dari pada berdiam diri atau bahkan berbuat keburukan.

    Membuka wawasan dan cakrawala berpikir, memandang jauh kedepan untuk menjadi pribadi-pribadi Rakyat sekaligus Anak Negeri yang terbaik. Membekali diri dengan pengetahuan, potensi dan kemampuan untuk kita satukan pada saatnya nanti.

    Dan diujung langkah perjuangan kita sebagai pribadi Anak-anak Negeri maka adalah mempertajam pandangan, memandang dan mendengarkan dengan hati, memberikan penilaian obyektif, memilah dan menetapkan dengan suara hati terdalam hingga langkah kaki kita semua akan sampai disebuah perjalanan, dan pada akhirnya dapat menemukan sosok Pemimpin Terbaik bagi kita semua.

    Pada akhirnya aku berharap apapun yang kita lakukan, apapun pengalaman dan hal-hal berharga yang kita dapatkan. Teruslah berupaya dengan segenap kemampuan agar pada akhirnya kita dapat saling berbagi, mengingatkan, menyampaikan dan saling bersama membulatkan tekad untuk mulai menapak lebih baik, berbuat hal yang nyata untuk Rakyat dan Bangsa Indonesia karena sesungguhnya semua itu adalah untuk diri kita pula.

    Wahai saudaraku … semaikanlah dan biarkan tumbuh dengan kuat Keyakinan dan Kebanggaan sebagai Anak Indonesia. Agar pada saatnya nanti bersama kita gemakan kesegenap penjuru semesta.

    Akulah Anak Indonesia. Akan Kubuat Sang Pertiwi tersenyum Bangga. Akan Kuhiasi Angkasa Raya dengan Kibaran Kegagahan Sang Merah Putih.

    Akan kubuat setiap hembusan angin hanya menebarkan Keharuman Nama Bangsa dan Negeri Indonesia.

    Indonesiaku yang Bersinar bagai Permata Terindah di Jagat Kehidupan.

    Indonesiaku Nan Permai Guratan Maha Karya Sempurna.

    Indonesiaku Yang Gagah dengan Rantai Pengokoh Ikrar Setia Anak-anak Negeri.

    Indonesiaku Yang Bermartabat, menggetarkan siapapun dalam Genggaman dan Pancaran Kharisma Sang Pemimpin Besar.

    Demi Kebanggaan sebagai Rakyat Indonesia.

    Demi Kebesaran Bangsa. Demi Kebesaran Negeri Indonesia yang Berkilau di Puncak Kehormatan Tertinggi yang akan mampu kita wujudkan hanya dengan sentuhan sosok Sang Pemimpin Besar.

    Sang Pemimpin Besar Yang Memimpin dengan Pengetahuan dan Kemampuannya.

    Sang Pemimpin Besar yang Menuntun dengan Daya dan Karyanya.

    Sang Pemimpin Besar yang Menyentuh dengan Ketulusan dan Kebesaran Hatinya.

    Sang Pemimpin Besar … Sang Pemimpin Sejati … Yang akan membuat Bangsa ini Menepuk Dada Menunjuk dengan Bangga sebagai Rakyat Indonesia.

    Hingga pada akhirnya setiap Rakyat, seluruh Anak-anak Negeri akan selalu menggemakan dengan lantang …

    “Aku adalah Kegagahan.”

    “Aku adalah Rantai Pengokoh Sang Pertiwi.”

    “Aku adalah Pengibar dan Penjaga Sang Merah Putih.”

    “Dan aku adalah … INDONESIA.”

    Jadi Mari Kita Bulatkan Tekad dan Kuatkan Keyakinan selalu Bersandar pada Hati, Tegar hadapi apapun.

    Bersama kita Berharap, Mencari … dan terus Melangkah … hingga kita berjumpa dengan … Sang Pemimpin Besar.

    Sang Pemimpin Besar yang akan membuat setiap Bangsa dan Negeri manapun hanya akan memandang …

    “Indonesia adalah Kegagahan” … “Indonesia adalah Kejayaan” … “Indonesia adalah Bangsa dan Negeri Yang Besar.”

    Indonesia Yang Gagah Butuh Sang Pemimpin Berkharisma
    Indonesia Yang Jaya Butuh Sang Pemimpin Sejati
    Dan Indonesia Yang Besar Butuh … Sang Pemimpin Besar.

    Jadi berarti Untuk Mampu Berdiri Gagah, Memancarkan Kilau Kejayaan,
    Menjadi Bangsa dan Negeri Yang Besar maka yang Kita Butuhkan adalah

    … “ Sang Pemimpin Besar ” …

    Salam Persatuan dan Kebanggaan sebagai Sesama Anak Negeri Indonesia.

  23. 29-10-2009 pukul 01:08

    Ini comment diatasku comment atau artikel yach ?😀 ckckck

    Mantaps🙂

    Salam🙂
    *I Lope Yu PUlll😀

  24. 29-10-2009 pukul 01:41

    Mari Sahabat Wujudkan Kesatuan dan Persatuan
    ” INDONESIA SATU “
    Damai dan indahlah bumi pertiwi ini
    Sejahtera Adil dan Makmur seluruh rakyatnya

  25. 01-11-2009 pukul 01:33

    kang boedddddddddddddddddddddddddddddddddddddd kangennnnnnnnnnnnnnnnnnnn

  1. 28-10-2009 pukul 17:34
  2. 29-10-2009 pukul 01:34
  3. 29-10-2009 pukul 17:13
  4. 31-10-2009 pukul 10:14
  5. 31-10-2009 pukul 15:54
  6. 01-11-2009 pukul 02:05
  7. 01-11-2009 pukul 12:07
  8. 01-11-2009 pukul 12:18
  9. 01-11-2009 pukul 12:39

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: