Beranda > hati, Petuah > Tanyakan Hati Nuranimu sudah Siapkah jika Maut Menjemput?

Tanyakan Hati Nuranimu sudah Siapkah jika Maut Menjemput?

Tanyakan Hati Nuranimu sudah Siapkah jika Maut Menjemput ?.. sekali lagi Tanyakan Hati Nuranimu sudah Siapkah jika Maut Menjemput ?.. Hmm.. Tanyakan Hati Nuranimu sudah Siapkah jika Maut Menjemput ?.. yayaya.. Sesungguhnya sudah terlalu banyak tulisan.. pesan.. peringatan.. yang mengingatkan kita bahwa hidup disini hanya untuk sementara saja.. sekedar untuk mengingat dan menemukan kembali jalan pulang kepadaNYA.. Dahulu kala di alam sana di dalam satu perjanjian Alastu.. para ruh menjawab yaaaa ALLAH kami menyaksikanNYA.. Syahadat dalam sebuah penyaksian dengan penatapan dalam PEMUJAAN CINTA telah di torehkan.. Perjanjian Primordial yang tidak bisa dilupakan bahkan harus kembali di peroleh dalam FITRAH DIRI.. Jiwa Jiwa yang Tenang akan sebuah penyaksian..

TUGAS UTAMA dan TERUTAMA Manusia turun ke bumi yang fana ini untuk mengingat dan menemukan kembali Penyaksian syahadat tersebut dan itulah tugas Terutama.. sekian puluh banyak macam pekerjaan yang kita buat selama di sini.. tetapi ternyata saat tugas UTAMA kita tidak dikerjakan semuanya menjadi sia sia belaka.. kadang memang miris melihat Jiwa Jiwa yang tertipu.. untuk lahirian mereka mempersiapkannya dengan mengorbankan segalanya.. tetapi adakah yang merencanakan untuk perjalanan bathiniahnya.. mempunyai perjalanan Spiritual yang tertata rapi.. hanya dengan tujuan berjumpa denganNYA..

Saya menempatkan seorang untuk pergi ke satu tempat mengerjakan A.. orang tersebut mengerjakan B.. C.. D.. E.. F dan banyak lagi.. ketika waktunya habis dia belum mengerjakan pekerjaan utama yaitu A.. apalah arti semuanya kecuali mendapatkan caci maki dari yang memberi tugas..

Demikian juga dengan kita disini sekarang ini mari kita kenali tugas yang terutama yang diberikan olehNYA.. karena jika dentang lonceng sang waktu kematian datang menjemput kita maka sia sia belaka perjalanan kita di sini.. yayaya.. Kematian membatasi semuanya itu.. sudahkah kita semua siap menghadapi kematian kita masing masing.. sebenarnya ada satu cara untuk mentafakuri diri… sudah siapkah kita ini.. Mari kita Diam sejenak dan tanyakan kepada HATI NURANI kita yang paling dalam bukankah ada sebagian dari diri kita yang pernah berasal datang dari sana dan sekarangpun sejujurnya dia merindukan untuk kembali kesana:

  • Hai diriku sejati sudahkah engkau siap untuk mati saat ini ?
  • Hai hatiku sudahkah engkau mengenal ALLAH ?
  • Hai jiwaku sudahkah ALLAH menjadi RAJA dalam diri ?
  • Hai hatiku apakah engkau sedang menangis ?

Jika jawabannya tidak sesuai dengan yang kita bayangkan atau hati ini masih terdiam membisu.. maka BAHAYA BESAR sedang terjadi.. karena kematian .. ajal ataupun Maut datang menjemput bagaikan harimau sedang mengintip mangsanya.. ingat baik baik akal fikir akan terdiam.. yang berbicara adalah hati.. Ruh jiwa kita saat dia ditanya pertanggung jawabannya.. jika saat ini hati kita diam maka esokpun di persidangan dia akan diam membisu.. berhati hatilah saudara dan sahabatku !!!..

Ingat baik baik dan camkan serta perhatikan.. ambil satu keputusan.. Hati akan tersenyum jika Jiwa sudah Tenang jika bentuk dan makna sudah bergandengan bersama dipenuhi iman dan cinta.. yayaya.. Cinta dalam sebuah penyaksian.. PEMUJAAN CINTA dalam SYAHADAT SEJATI.. itulah Jati diri manusia seutuhnya.. minimal kita mencapai titik menjadi manusia seutuhnya bukan ZOMBIE atau kehilangan kemanusiannya agar saat kematian menjemput kita sudah tersenyum bersama dengan ALLAH.. Fitrah Diri ini juga modal segala modal baik untuk menghampiri DIA.. maupun untuk bekerja Mengembalikan Jati Diri Bangsa… wallaaahualllaaaam

PERSIAPKAN DARI SEKARANG SEBELUM KEMATIAN DATANG

MENJEMPUTMU PULANG AGAR TIADA SESAL DIRI TANPA GUNA..

MENJALANI SIKSA KUBUR DAN SIKSA LAINNYA

YANG KEKAL NAN ABADI SELAMANYA !!!

RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

Ego Palsu , Jangan Buang Waktu Percuma Raih Fitrah Diri dalam Ketenangan Jiwa , MARIFATULLAH , Mengembalikan Jati Diri Bangsa , Kekasihku (2) , Kekasihku (1) , FITRAH DIRI , Kekasihku (3) , Manunggaling Kawulo Gusti , Percakapan Iblis dengan Nabi Muhammad SAW

  1. sikapsamin
    05-11-2009 pukul 09:48

    Ini ceritanya… pertanyaan siapa dan yang jemput siapa?!

    Emang Chandra M. Hamzah…diancam maut?!?

  2. 05-11-2009 pukul 13:48

    siap ato tidak siap maut akan menjemput umatnya
    kapanpun,dimanapun,…

    jadi tentu sajah harus siap **yakin ban9ed yah..
    untuk itu yah harus berbekal diri,berbuatlah yan9 terbaik menurutNYA,itu aku kan9 boed hehhe..
    selama masih dikasi kesempatan untuk bertobat yaa..do the best..🙂

  3. 06-11-2009 pukul 01:39

    kang boed……… I missed you…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: